Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
Beautydoozy

Apa Sih Body Positivity Itu? Yuk, Tengok Sejarahnya

Kintan Lestari,
sekitar 2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Apa Sih Body Positivity Itu? Yuk, Tengok Sejarahnya
Image: Ilustrasi body positivity. (Freepik/master1305)

Jakarta - Standar kecantikan yang dibuat sedemikian rupa membuat orang-orang yang tidak masuk standar mendapat hinaan atau ejekan. Misalnya orang bertubuh gendut atau yang terlalu kurus, atau yang kulitnya gelap.

Gara-gara standar yang ada di masyarakat, orang yang tidak termasuk standar sering merasa insecure. Beberapa orang di antaranya bahkan sampai menempuh jalur ekstrem demi mencapai standar kecantikan di masyarakat.

Seiring perkembangan zaman, orang mulai sadar kalau bentuk tubuh, warna kulit, sampai jenis rambut setiap orang berbeda-beda. Maka dari itu, tidak perlu ada standar tertentu untuk menentukan kecantikan seseorang.

Dan ramailah bergaung yang dinamakan body positivity di media sosial. Apa sih itu? 

Melansir The Recovery Village, body positivity adalah gerakan yang merepresentasikan apresiasi, penghormatan, dan penerimaan terhadap tubuh apa adanya, serta fungsi dan aktivitas yang dilakukannya. 

Singkatnya, body positivity mendorong penerimaan tubuh apa adanya. Gerakan ini bisa berarti memberikan rasa hormat dan penerimaan kepada tubuh yang kelebihan berat badan, kekurangan berat badan, atau terlihat berbeda dari apa yang umumnya dianggap dapat diterima.

Sejarah Body Positivity

Meski istilah ini ramai belakangan ini hingga jadi gerakan sosial, namun kenyataannya body positivity sudah ada sejak tahun 1850. Saat itu, para wanita protes mereka seharusnya tidak wajibkan menggunakan korset untuk mengubah bentuk tubuh mereka.

Kemudian gerakan ini kembali muncul tahun 1969. Di tahun tersebut, seorang insinyur muda di New York bernama Bill Fabrey sangat marah dengan cara dunia memperlakukan istrinya yang gemuk, yang bernama Joyce. 

Dia pun menemukan artikel yang ditulis oleh seorang pria gemuk bernama Lew Louderbach beberapa tahun sebelumnya tentang bagaimana orang gemuk diperlakukan tidak adil. Dia membuat salinan artikel tersebut dan membagikannya kepada semua orang yang dia kenal.

Kemudian dia mengumpulkan sekelompok kecil orang dan mendirikan National Association to Aid Fat American (sekarang dikenal sebagai National Association to Advance Fat Acceptance atau NAAFA).

Tren ini kembali bergaung pada 1996, yang dimulai kembali oleh Connie Sobczak dan Elizabeth Scott dengan membuat organisasi bernama The Body Positive.

Berdasarkan pengalamannya yang pernah mengalami gangguan makan, Sobczak dibantu Elizabeth yang seorang psikolog mendirikan organisasi tersebut guna menginspirasi kaum muda dan orang dewasa untuk menghargai kesehatan, kecantikan unik, dan identitas mereka sehingga mereka dapat menggunakan sumber daya penting waktu, energi, dan kecerdasan mereka untuk membuat hal-hal positif. 

Gerakan untuk menerima tubuh yang berbeda terus berkembang sejak tahun 2010 hingga sekarang. Dan sampai saat ini, banyak orang baik laki-laki maupun perempuan yang berusaha menerima dirinya sendiri dan tidak terikat oleh standar.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait