menu
user
URstyle

Asupan Nutrisi yang Baik Lindungi Lansia dari Risiko COVID-19

Kintan Lestari,
25 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Asupan Nutrisi yang Baik Lindungi Lansia dari Risiko COVID-19
Image: Ilustrasi nutrisi. (Freepik)

Jakarta - COVID-19 bisa menyerang siapa saja. Salah satu kelompok yang rentan terserang virus asal Wuhan tersebut adalah orang lanjut usia (lansia).

Pasalnya lansia, terutama yang berusia 60 tahun ke atas, sistem imunnya mkin melemah. Bila mereka juga punya penyakit penyerta atau komorbid, saat terpapar COVID-19 maka kondisi mereka bisa sangat parah dan bisa berujung kematian.

Maka dari itu, diperlukan perhatian khusus pada lansia agar mereka terlindung dari berbagai risiko COVID-19. Salah satu caranya adalah dengan menjaga nutrisi harian serta pemberian vaksin bagi lansia.

Iris Rengganis, Ketua Tim Advokasi Vaksinasi COVID-19 PB IDI, menyatakan lansia harus segera mendapatkan vaksin.

“Keseriusan COVID-19 dikuatkan fakta bahwa tingkat kematian, atau risiko kematian tertinggi terjadi pada pasien lansia, sehingga sangat penting agar kelompok ini segera mendapatkan vaksin. Seharusnya, tidak perlu ada keraguan untuk menerima vaksinasi yang memang telah tersedia untuk warga lansia, kecuali mereka yang saat ini sedang sakit atau jika mereka pernah menderita COVID-19 sebelumnya atau memang tidak bisa menerima vaksin oleh karena kondisi medis," ungkap Prof. Iris dalam siaran pers yang diterima Urbanasia.

Lantaran imunitasnya sudah menurun, ada kondisi-kondisi yang dapat memengaruhi keefektifan vaksinasi pada kelompok tersebut, di antaranya terjadinya immunosenescence atau disfungsi imunitas, adanya penyakit pernyerta, sampai usia dan jenis kelamin.

“Hal yang perlu dipertimbangkan terkait vaksinasi pada lansia adalah terjadinya immunosenescence atau disfungsi imunitas karena usia. Hal ini berhubungan dengan respon terhadap vaksin yang kurang maksimal. Karena immunosenescence  biasanya sudah terjadi inflamasi kronis level rendah akibat dari kombinasi penurunan imunitas tubuh, paparan terhadap antigen terus menerus, peningkatan produksi sitokin proinflamasi dari senescent T cells dan makrofag,” jelas Prof. Siti Setiati, Dokter Penyakit Dalam Sub Spesialis Geriatric.

“Faktor-faktor yang memengaruhi keefektifan vaksinasi pada lansia adalah faktor intrinsik yaitu usia dan jenis kelamin, dan faktor ekstrinsik yaitu penggunaan obat-obatan. Kebiasaan seperti merokok, lingkungan sekitar, serta kecukupan nutrisi pada lansia berperan penting dalam keefektifan vaksin tersebut,” tambah Prof. Siti.

Maka dari itu, penting agar lansia mendapat nutrisi yang bagus bagi tubuh mereka.

Head of Medical KALBE Nutritionals, dr. Muliaman Mansyur, menyatakan lansia baiknya makan-makanan yang tinggi protein, vitamin, dan mineral.

“Sepanjang proses ini, sebaiknya lansia mendapatkan asupan nutrisi yang seimbang dengan kandungan tinggi protein, vitamin, dan mineral, khususnya Vitamin C, D dan Zinc. Jika lansia kurang mendapat asupan nutrisi protein, maka risiko malnutrisi dan sarcopenia atau berkurangnya massa dan kekuatan otot akan mudah terjadi, selain itu imunitas yang terbentuk pasca vaksinasi menjadi kurang optimal. Setelah divaksinasi pun, lansia memerlukan nutrisi memadai untuk menjaga imunitas, khususnya lansia yang masih aktif berkegiatan, baik secara profesional maupun secara sosial,“ ujar dr. Muliaman.

“Nutrisi berperan penting untuk semua orang baik yang tidak bisa atau bisa divaksin dan yang belum atau sudah divaksin. Dan masing-masing mikronutrien seperti vitamin dan mineral ini - khususnya vitamin D - terbukti memainkan banyak peran dalam mendukung fungsi kekebalan dan mengurangi risiko infeksi," lanjutnya lagi. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait