Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URtainment

Ayah Chandra Liow: Saya Akan Marah Sama Tuhan Kalau Chandra Meninggal

Nivita Saldyni,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Ayah Chandra Liow: Saya Akan Marah Sama Tuhan Kalau Chandra Meninggal
Image: Chandra Liow dan sang ayah di podcast Deddy Corbuzier (YouTube/Deddy Corbuzier).

Jakarta - Belum lama ini YouTuber Chandra Liow mengumumkan bahwa dirinya sempat mengalami masa kritis dan terkena badai sitokin usai dinyatakan positif COVID-19 beberapa waktu lalu.

Dalam podcast terbaru kanal YouTube Deddy Corbuzier, Chandra mengaku berhasil melawan masa-masa sulit itu berkat bantuan sang ayah.

Ayah Chandra menceritakan dirinya berjuang agar sang anak bisa melewati masa-masa kritis itu. Bahkan ia mengaku akan marah kepada Tuhan jika saat itu Chandra harus meninggal dunia.

“Kalau sampai terjadi (Chandra meninggal dunia), saya akan marah sama Tuhan karena Chandra saya minta sama Dia dan Dia kasih sama saya. Tentu, saya dikasih tanggung jawab untuk menjaga, melindungi, dan membesarkan dia,” kata sang Ayah.

“Kalau sampai terjadi, saya sangat marah sama Tuhan,” tegasnya.

Ia mengatakan bahwa dirinya merawat Chandra sejak isolasi mandiri hari pertama di rumah. Sejak saat itu, ia terus memantau perkembangan kondisi kesehatan sang anak. Namun ternyata kondisi Chandra kian hari kian memburuk.

“Saya lihat ini sudah lain. Hari pertama-hari ketiga saya lihat sudah makin parah Chandra. Sampai hari keenam saya bilang,‘Chandra, kita harus ke rumah sakit’. Chandra bilang,‘Jangan dulu, Pah. Chandra masih bisa atasi kok’. Tapi naluri seorang ayah melihat itu terjadi, sudah lain,” jelasnya.

Sejak saat itu, sang ayah pun dengan rajin memeriksa saturasi oksigen Chandra setiap jam. Namun ternyata alat saturasi mulai rusak dan ia pun harus membeli yang baru. Saat itu, ternyata saturasi Chandra sudah berada di angka 70 dan akhirnya Chandra langsung dilarikan ke rumah sakit.

YouTuber berusia 28 tahun itu pun akhirnya dirawat di IGD selama beberapa hari. Saat itu, sang ayah selalu mendampinginya.

Dalam kondisi itu, Chandra mengaku sudah pasrah. Ia hanya berdoa agar sang ibu yang juga tengah berjuang melawan COVID-19 bisa sembuh. Ia bahkan siap jika harus meninggal saat itu, asal sang ibu selamat dan sembuh total.

“Gue pikir ya sudahlah. Gue cuma mikirin nyokap gue. Nyokap gue sakit gara-gara gue. Kalau gue harus diambil, ambil. Tapi nyokap gue 100 persen sembuhin. Silahkan ambil nyawa gue karena gue yakin saat itu salah satu dari kita mungkin ada yang nggak selamat,” kata Chandra sambil meneteskan air mata.

Namun ternyata sang ayah mengatakan bahwa pada saat itu juga dirinya berdoa agar Chandra selamat. Ia bahkan mengaku siap meninggal asal sang anak selamat.

“Saat itu saya bilang,‘Tuhan, Chandra Engkau kasih sama saya. Kalau Engkau ambil, Jangan dia. Berikan kesempatan dia untuk hidup, bagikan ke saya penderitaannya. Engkau beri aku tanggung jawab untuk membesarkan dia, kenapa dia sampai keadaan seperti ini? Jangan, Tuhan. Dia masih perlu hidup terus’,” kata sang ayah yang sudah tak sanggup menahan air mata.

Meski harus berada di IGD dengan risiko penularan COVID-19 yang tinggi karena usianya, ayah Chandra mengaku bertahan demi sang anak. Ia bahkan tak lelah untuk menyemangati sang anak dan selalu mendampinginya.

Beruntung, Chandra berhasil melewati masa-masa itu dan sang ayah masih dalam keadaan sehat dan tak terkena virus Corona.

“Saya sudah siap pada waktu itu. Justru dalam posisi itu, saya akan bahagia karena anak saya selamat, walaupun saya harus pergi,” pungkasnya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait