Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Baca Pleidoi, Eks Mensos Juliari Minta Maaf ke Megawati dan Jokowi

Shelly Lisdya,
2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Baca Pleidoi, Eks Mensos Juliari Minta Maaf ke Megawati dan Jokowi
Image: Mantan Menteri Sosial, Juliari Batubara ketika membacakan nota pembelaan (pleidoi) di Gedung KPK, Jakarta pada Senin, 9 Agustus 2021. (Antara)

Jakarta - Mantan Menteri Sosial, Juliari Batubara membacakan nota pembelaan (pleidoi) di Gedung KPK, Jakarta pada Senin (9/8/2021). 

Dalam pleidoi tersebut, Juliari menyampaikan permohonan maaf kepada Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Kepada yang terhormat Ibu Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDI Perjuangan beserta jajaran DPP PDIP, saya harus menyampaikan permohonan maaf secara tulus dan penuh penyesalan," kata Juliari seperti dikutip dari Antara, Selasa (10/8/2021).

Pada sidang pembacaan pleidoi melalui video conference itu, posisi Juliari dan sebagian penasihat hukum di Gedung KPK, sementara jaksa penuntut umum (JPU) KPK, majelis hakim, dan sebagian penasihat hukum Juliari di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Dalam perkara ini, Juliari Batubara selaku Menteri Sosial masa jabatan 2019-2020 dituntut 11 tahun penjara ditambah denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan, ditambah membayar uang pengganti kepada negara sebesar Rp 14.597.450.000,00 subsider dua tahun penjara dan pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama empat tahun.

"Saya sadar bahwa sejak perkara ini muncul, badai hujatan dan cacian datang silih berganti ditujukan pada PDIP," tambah Juliari.

Juliari juga menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang juga diketahui merupakan kader PDIP.

"Saya secara tulus ingin mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Presiden RI Joko Widodo atas kejadian ini, terutama permohonan maaf akibat kelalaian saya tidak melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap kinerja jajaran di bawah saya sehingga harus berurusan dengan hukum," ungkap Juliari.

Julari mengaku perkara yang menjeratnya tersebut membuat perhatian Presiden Jokowi sempat tersita dan terganggu.

"Semoga Tuhan Yang Mahakuasa selalu melindungi Bapak Presiden dan keluarga," ujar Juliari.

Juliari menyebut, sejak 2010 ia dipercaya sebagai pengurus DPP PDI. Tak hanya itu, PDIP juga dinilai sebagai partai nasionalis yang bertahun-tahun berada di garda terdepan dalam menjaga empat pilar kebangsaan serta cita-cita pendiri bangsa.

"Saya sangat yakin PDIP akan tetap dibutuhkan dan dicintai segenap rakyat Indonesia," tandasnya. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait