menu
user
URstyle

Bahaya Salah Kenalkan Makanan pada Anak, Bisa Picu Eating Disorder

Shelly Lisdya,
19 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Bahaya Salah Kenalkan Makanan pada Anak, Bisa Picu Eating Disorder
Image: Ilustrasi anak mengonsumsi makanan. (Freepik/pvproductions)

Jakarta - Demi kesehatan pada masa pertumbuhan anak, orang tua terutama sang ibu akan memberikan MPASI atau makanan pendamping air susu ibu (ASI) yang biasanya diberikan saat bayi usia enam bulan.

Nah, biasanya ibu akan memberikan anaknya bubur, sayuran hingga buah-buahan yang dianggap menyehatkan. Urbanreaders, ternyata pemberian MPASI yang terlalu sering, bisa menjadikan anak trauma ketika ia memasuki usia remaja hingga dewasa loh. 

Psikolog, Intan Erlita menjelaskan, apabila terlalu sering memberikan makanan tertentu pada anak ketika usia masih balita, maka kemungkinan besar saat ia tumbuh remaja hingga dewasa akan mengalami eating disorder.

"Orang tua, ini harus hati-hati saat memberikan pengenalan makanan. Apabila salah, ia akan mengalami masalah trauma ketika sudah besar. Seperti trauma makan bayam atau lainnya dan akhirnya menjadi benci makanan itu," katanya dalam URlife 'Eating Disorder is not a Joke', Jumat (2/4/2021).

FYI nih guys, eating disorder sendiri adalah gangguan mental ketika mengonsumsi makanan. Penderita gangguan ini dapat mengonsumsi terlalu sedikit atau terlalu banyak makanan, dan terobsesi pada berat badan atau bentuk tubuhnya. Ada beberapa jenis gangguan makan, hanya saja tiga jenis yang paling sering dijumpai adalah anoreksia nervosa, bulimia nervosa, dan gangguan makan berlebihan. 

Tak hanya itu saja, ketika anak sulit untuk menerima makanan karena menjadi konsumsi harian, maka tak jarang ibu akan terus-menerus memaksa anak untuk makan, bisa-bisa anak akan mendapatkan perilaku kasar, bahkan sering mendapat omelan.

"Anak biasanya nggak suka makanan tertentu, karena sudah sering diberikan. Kemudian akhirnya dipaksa, dicubit, dimarahi. Selanjutnya, bukan tidak mungkin anak akan mengalami trauma untuk makan dan menolak segala bentuk makanan yang diberikan. Trauma ini bisa jadi eating disorder," bebernya.

Ketika mengalami trauma makan, mama kebutuhan nutrisi per hari akan sulit untuk tercukupi. Akibatnya, daya tahan tubuh bisa melemah dan berisiko lebih tinggi untuk mengalami kekurangan gizi dan sakit, bahkan bisa menyerang psikis loh.

Jadi, perlu kebijaksanaan dalam memilih makan untuk sang buah hati, agar pada saat ia dewasa tidak mengalami trauma ya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait