menu
user
URstyle

Tingkat Kematian Anak di Indonesia Akibat COVID-19 Tinggi, Ini Pesan Dokter

Nivita Saldyni,
29 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Tingkat Kematian Anak di Indonesia Akibat COVID-19 Tinggi, Ini Pesan Dokter
Image: Gregorius Daru Smaragiri, Business Unit Head Morinaga Chil*Go! KALBE Nutritionals dalam konferensi pers virtual Morinaga Chil*Go! : Peduli Gizi Anak selama Pandemi, Kamis (25/3/2021).

Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr Daeng M Faqih mengungkapkan tren kasus COVID-19 pada anak di Indonesia masih mengkhawatirkan. Apalagi, angka kematian anak Indonesia akibat COVID-19 telah menyentuh angka 1,7 persen guys. Angka ini jauh melampaui Amerika Serikat dan Cina yang ada di kisaran 0,1 persen.

Fakta menarik ini diungkapkan Daeng dalam konferensi pers virtual bersama Morinaga Chil*Go! Dengan tema Peduli Gizi Anak selama Pandemi yang diikuti Urbanasia pada Kamis (25/3/2021).

“COVID-19 ini di Indonesia masih terus berjalan. Angka kasus aktif itu masih di angka 140-an ribu. Angka kematian kita sudah di atas 30 ribu,” kata Daeng.

Angka Kematian COVID-19 pada Anak di Indonesia Cukup Tinggi

“Paling menarik angka kematian anak. Angka kematian anak di Indonesia kalau dibandingkan dengan di dunia seperti Amerika dan Cina, itu kita masih lebih tinggi karena kita 1,7 persen. Di Cina dan Amerika itu 0,1 sekian persen. Jadi kita tinggi,” imbuhnya.

Bahkan Indonesia, kata Daeng, telah menjadi negara dengan angka kematian anak karena COVID-19 tertinggi di Asia Tenggara. Duh, miris banget kan? Oleh sebab itu menurutnya kesadaran untuk menjaga kesehatan pada anak saja itu belum cukup. Hal ini perlu dimbangi dengan menjaga ketahanan tubuh pada anak.

“Jadi kita tahu strategi penanggulangan COVID-19 di Indonesia dan dunia itu pada dasarnya adalah 3T dan 3M. Tapi, khusus pada anak 3M ini pasti akan mengalami kendala karena anak belum banyak yang memahami. Apalagi anak yang dibawah umur 10 tahun, bahkan 5 tahun, disuruh pakai masker, tidak berkerumun, menjaga jarak, cuci tangan, itu edukasinya luar biasa. Oleh karena itu kami sering menyampaikan kepada pemerintah dan masyarakat, khusus untuk anak selain 3M, menjaga daya tahan tubuh anak itu sangat penting,” jelasnya panjang lebar.

Pentingnya Menjaga Daya Tahan Tubuh Anak di Tengah Pandemi

1616660929-daeng-idi.jpgKetua Umum Pengurus Besar Ikanan Dokter Indonesia (PB IDI) dr Daeng M Faqih dalam konferensi pers virtual Morinaga Chil*Go! : Peduli Gizi Anak selama Pandemi, Kamis (25/3/2021).

Oleh sebab itu menjaga daya tahan tubuh anak jadi kunci penting lain yang tak boleh kita lupakan. Apalagi menurut Daeng, fakta di lapangan masih menyebutkan bahwa komorbid pada anak dengan COVID-19 ini punya kekhasan di banding negara-negara lainnya. Beberapa komorbid yang banyak menyertai anak-anak dengan COVID-19 di Indonesia di antaranya adalah pneumonia, demam berdarah, serta gangguan gizi dan juga diare.

“Apalagi di Indonesia, komorbid pada anak ini ada kekhasan dibanding dengan negara-negara lain, makanya anak di Inodnesia banyak kasus meninggalnya. Misalnya, kejadian pneumonia masih banyak di Indonesia yang menjadi komorbid. Kemudian kejadian demam berdarah masih banyak. Kemudian yang berhubungan dengan tema kita hari ini, gizi dan pencernaan, ternyata gangguan gizi dan diare itu menjadi komorbid anak kita yang juga banyak di Indonesia,” papar Daeng.

Nah, masalah gizi dan diare ini harus jadi perhatian Urbanreaders dalam menyusun strategi meningkatkan daya tahan tubuh anak. Mulai dari memilih bahan makanan, menyimpan makanan, dan mengolahnya pun harus betul-betul diperhatikan nih, guys.

Cara Menjaga Daya Tahan Tubuh Anak Selama Pandemi

Lalu bagaimana ya caranya menjaga pola makan dan asupan gizi anak supaya kesehatan dan daya tahan tubuhnya tetap prima?

Dr Muliaman Mansyur, Head of Medical KALBE Nutritionals mengatakan orang tua harus memperhatikan nutrisi harian anak. Selain memberikan makanan yang sehat dan seimbang, penting juga nih untuk para orang tua menambahkan nutrisi tambahan untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak.

“Orang tua perlu benar-benar mempertimbangkan nutrisi harian anak di masa pandemi ini. Selain memberi makanan sehat dan seimbang, orang tua juga perlu memberikan nutrisi tambahan yang tepat karena dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak. Nutrisi tambahan yang bisa diberikan bisa berupa susu, sayur-sayuran, dan buah-buahan. Semua nutrisi ini diperlukan untuk mendukung saluran pencernaan yang lebih sehat agar bakteri baik yang ada di dalamnya bisa membentuk daya tahan tubuh yang lebih optimal,” jelas Muliaman.

Ia pun menambahkan ada salah satu senjata utama yang bisa kamu berikan untuk anak agar kesehatan dan proses tumbuh kembangnya berjalan dengan baik. Hal penting ini adalah serat pangan inulin. Nah, Urbanreaders para orang tua muda di rumah sudah gak asing dong dengan serat pangan inulin?

Yap, serat pangan inulin ini adalah salah satu jenis prebiotik yang tinggi serat dan rendah kalori. Serat pangan inulin ini bisa menjadi pilihan nutrisi yang bermanfaat bagi kelancaran saluran pencernaan anak. Apalagi 70 persen daya tahan tubuh manusia dipengaruhi oleh saluran pencernaan yang sering disebut sebagai ‘otak kedua’ manusia ini.

Selain nutrisi harian, konsumsi gula juga perlu dperhatikan loh, guys. Sebab kalau dikonsumsi berlebih, gula akan memicu gangguan pada kesehatan kita, seperti kegemukan atau bisa juga diabetes. Jadi penting nih untuk para Urbanreaders memperhatikan konsumsi gula harian anak.

“Dalam memberikan nutrisi harian serta nutrisi tambahan untuk anak, perlu dperhatikan juga kandungan gulanya sehingga tidak berlebihan. Hal ini dikarenakan jika anak-anak kelebihan asupan gula, akan menyebabkan menurunnya daya tahan tubuh, permasalahan pada gigi, obesitas, dan berbagai penyakit di masa depan,” jelasnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri, kata Muliaman merekomendasikan asupan gula harian tambahan untuk anak usia di bawah 12 tahun maksimal 200 kkal atau setara dengan 50 gram atau enam sendok makan saja. Nah yang merasa konsumsi gula anak di atas rekomendasi ini, bisa mulai dikurangi, ya.

Inovasi Morinaga Chil*Go! untuk Jawab Kebutuhan Anak Indonesia Selama Pandemi COVID-19

Nah, menariknya dalam acara ini, Morinaga Chil*Go! meluncurkan varian terbarunya, yaitu rasa original. Gregorius Daru Smaragiri, Business Unit Head Morinaga Chil*Go! KALBE Nutritionals mengatakan varian terbaru mereka ini punya beberapa keunggulan. Mulai dari kemasannya yang praktis dan mudah didaur ulang, rasanya enak bernutrisi dengan paduan serat pangan inulin, 9 vitamin dan 5 mineral untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak, dan yang terpenting rendah gula.

“Melengkapi varian rasa Morinaga Chil*Go! yang telah ada, kini kami memperkenalkan Morinaga Chil*Go! rasa Original yang lebih rendah gula untuk mendukung gaya hidup lebih sehat,” kata Daru.

Menariknya lagi, selain nutrisinya yang berkualitas, Daru memastikan bahwa Morinaga Chil*Go! Original dalam kemasan susu cair ini juga bisa menjadi racikan makanan dan minuman yang tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, tapi juga rasanya enak. Cocok banget nih untuk Urbanreaders di rumah yang hobi kreasikan resep untuk si kecil. Dan kalau soal harga, Daru juga memastikan bahwa harganya sangat terjangkau.

“Kami juga melakukan inovasi tidak hanya nutrisi yang berkualitas tapi juga harga terjangkau. Selain dalam kemasan susu cair, Morinaga Chil*Go! juga kami hadirkan di Indonesia dalam format bubuk yang enak dan bernutrisi yang jadi bagian dari persembahan Morinaga,” tutupnya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait