menu
user
Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URsport

Bayern Munich: Usai Enam Trofi, Mungkin Kini Cuma Satu

Rezki Maulana,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Bayern Munich: Usai Enam Trofi, Mungkin Kini Cuma Satu
Image: Bayern Munich gagal raih Sextuple lagi musim ini. Sumber: twitter @championsleague

Bayern - Bayern Munich gagal mempertahankan trofi Liga Champions usai disingkirkan Paris Saint-Germain. Setelah tahun lalu meraih enam trofi, Die Roten cuma bisa mendapatkan satu trofi musim ini.

Bayern melawat ke Parc des Princes, Rabu (15/4/2021) dini hari WIB, untuk menghadapi PSG. Bayern punya tugas untuk membalikkan defisit satu gol usai kekalahan 2-3 di kandang sendiri pekan lalu.

Maka dari itu Bayern bermain menyerang sejak menit awal dan tak memberikan kesempatan PSG mengembangkan permainan. Meski tanpa kehadiran Robert Lewandowski, Bayern masih agresif dengan menciptakan banyak peluang.

Tapi, beberapa kali peluang yang didapat mampu dimentahkan Keylor Navas, yang kembali bermain cemerlang di bawah mistar PSG. Gawang PSG akhirnya bobol juga pada menit ke-40.

Diawali sepakan David Alaba yang ditepis Navas, Eric Choupo-Moting mampu mencocor bola rebound ke gawang. Upaya Bayern menambah gol lagi gagal karena mereka tetap menang 1-0 hingga akhir pertandingan.

Bayern pun tersingkir saat menjalani laga ke-100 di ajang Liga Champions. Lebih menyakitkan, Bayern sebenarnya tampil dominan sepanjang dua leg dengan total lebih dari 40 tembakan, termasuk 31 di leg pertama.

Alhasil, Bayern dipastikan gagal mengulang prestasi treble winners musim lalu yang ditambah tiga gelar di ajang lainnya. Dari enam gelar alias Sextuple, Bayern kini cuma bisa meraih satu trofi di Bundesliga.

Itu pun Bayern masih harus meladeni perlawanan ketat RB Leipzig yang cuma berselisih lima poin di posisi kedua. Bayern berada di puncak klasemen dengan 65 poin dan liga menyisakan enam laga lagi.

Sebagai juara bertahan di delapan musim terakhir, Bayern tentu tak mau kehilangan takhtanya di Jerman.

 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait