beautydoozy skinner
urbanasia skinner
Beautydoozy

Mengenal Melasma, Penggelapan Kulit akibat Paparan Sinar Matahari

Izzah Putri Jurianto, 11 Oktober 2022 16.37.15
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Mengenal Melasma, Penggelapan Kulit akibat Paparan Sinar Matahari
Image: Ilustrasi - Kulit wajah dengan melasma. (Freepik)

Jakarta – Merasa akhir-akhir ini banyak bintik hitam muncul di kulitmu? Apakah kamu sering beraktivitas di luar tanpa menggunakan sunscreen sama sekali? Wah, hati-hati, bisa jadi itu tanda kamu terkena melasma!

Melasma merupakan kondisi yang umum terjadi di kulit. Meski begitu, melasma ini sering membuat resah, sebab membuat kita tak suka dengan penampilan diri sendiri. 

Urbanasia sudah merangkum informasi terkait apa itu melasma, bagaimana ciri-cirinya, serta cara perawatannya, yang dilansir dari laman American Academy of Dermatology Association. Yuk simak!

Apa Itu Melasma dan Bagaimana Tanda-Tandanya?

Melasma merupakan sebuah kondisi ketika beberapa bagian di kulit tampak lebih gelap daripada bagian lainnya, hampir mirip seperti freckles namun lebih besar polanya. 

Melasma ini biasanya muncul di area-area wajah seperti dahi, pipi, hidung, dagu, atau di atas bibir. Tak hanya itu, melasma juga dapat terlihat di bagian tubuh lain, mulai dari rahang, leher, atau lengan.

Tanda kamu mengalami melasma yang pertama adalah seperti yang telah disebutkan, muncul pola bintik-bintik hitam di beberapa area wajah. Kedua, melasma tampak semakin jelas di bawah sinar matahari, terlebih jika kamu tidak membiasakan diri menggunakan sunscreen. 

Meski tak menyebabkan rasa sakit atau gatal pada kulit, melasma dapat mempengaruhi kepercayaan diri seseorang.

Perawatan Melasma

Sebenarnya, cara untuk merawat melasma tidak hanya satu, tapi terdiri dari sejumlah rangkaian yang harus dilakukan berkesinambungan. Berikut adalah anjuran yang diberikan oleh dermatolog untuk mengatasi melasma pada kulit.

1. Gunakan sunscreen

Kulit yang tidak terlindungi oleh sunscreen lebih besar risikonya untuk terpapar sinar matahari. Alhasil, kulit akan menghasilkan lebih banyak pigmen yang menyebabkan penggelapan pada melasma yang sebelumnya sudah ada.

Menggunakan sunscreen, paling tidak dengan kandungan SPF 30 atau lebih, dapat membantu melindungi kulitmu. Cari sunscreen dengan kandungan utama zinc oxide, titanium dioxide, dan ironoxide.

2. Prosedur kesehatan 

Saat berkonsultasi dengan dermatologis, kamu akan dianjurkan untuk mengonsumsi obat yang dapat mengurangi produksi pigmen berlebih di kulit. Beberapa obat ini biasanya berupa krim dengan kandungan tertentu, seperti hydroquinone, tretinoin, azelaic acid, kojic acid, atau vitamin C. 

Hydroquinone adalah kandungan yang paling umum dipakai oleh penderita melasma, sebab selain dapat meredakan, kandungan ini juga dapat meratakan warna kulit. 

Tretinoin fungsinya adalah untuk anti-inflamasi. Sementara, azelaic acid, kojic acid, dan vitamin C punya bahan yang gentle untuk kulit melasma.

3. Perawatan di klinik kecantikan

Tak hanya obat-obatan, para dermatologis juga akan merekomendasikan sejumlah jenis perawatan di klinik kecantikan. Chemical peel, misalnya, dapat membantu untuk menghilangkan jumlah pigmen yang terlalu banyak dengan menggunakan bahan-bahan kimia. 

Lalu, ada pula laser dan light treatment, yang hasilnya akan semakin maksimal jika dibarengi dengan penggunaan obat serta sunscreen secara rutin. Hal ini semakin membuktikan bahwa untuk mengobati melasma, kita tak bisa mengandalkan satu jenis perawatan saja.

Merawat kulit dengan melasma membutuhkan kesabaran, sebab hasilnya tak terlihat secara instan. Tiap orang membutuhkan waktu yang berbeda-beda, berkisar antara 3 bahkan hingga 12 bulan. 

Makanya, perlu bagimu untuk berkonsultasi dengan dermatolog supaya segera mendapatkan penanganan yang tepat. Semoga bermanfaat!

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait