beautydoozy skinner
urbanasia skinner
Beautydoozy

Beda Sunblock dan Sunscreen yang Perlu Kamu Tahu

Kintan Lestari,
3 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Beda Sunblock dan Sunscreen yang Perlu Kamu Tahu
Image: Ilustrasi sunscreen (Unsplash/batch_by_whs)

Jakarta - Kalian pasti tahu kan kalau sinar matahari itu, terutama yang muncul di atas jam 10 pagi, bisa jadi hal yang jahat untuk kulit? Yap, kulitmu bisa jadi belang, terasa perih, dan yang paling parah bisa kanker kulit.

Maka dari itu, sangat penting untuk memakai tabir surya setiap hari supaya kulit terlindungi dari sinar matahari jahat itu. Lalu jangan lupa juga untuk reapply tabir suryanya.

Bicara tabir surya, kita biasanya langsung terpikir sunscreen atau sunblock. Nah, banyak yang berpikir kalau keduanya sama, tapi ternyata tidak loh.

Sunscreen dan sunblock punya memang sama-sama memproteksi kulit dari sinar matahari jahat, namun keduanya berbeda. Apa perbedaan sunscreen dan sunblock, simak penjelasannya di bawah ini!

 

Baca Juga: Yuk Ketahui Bedanya Chemical dan Physical Sunscreen

Sunblock

1613455657-rekomendasi-sunscreen--freepik-veronastudio.jpgSumber: Ilustrasi sunscreen. (Freepik/veronastudio)

Seperti namanya, block yang berarti menghalangi, sunblock bekerja sebagai penghalang fisik antara kulit dan sinar matahari yang berbahaya. Produk ini mengandung bahan organik dan non-organik yang menempel di permukaan kulit untuk mencegah sinar UV menembus ke dalam kulit, biasanya zinc oxide atau titanium oxide.

Tugas utama sunblock adalah melindungi kulit dari sinar UVB. 'B' di sini maksudnya adalah burning atau terbakar. Jadi ketika diaplikasikan, sunblock akan melindungi lapisan luar kulit dengan menciptakan penghalang dan memantulkan semua sinar berbahaya. 

Karena mengandung zinc oxide atau titanium oxide, umumnya sunblock bertekstur lebih thick dan warnanya opaque sehingga meninggalkan white cast. Oleh sebab itu sunblock jarang untuk pemakaian sehari-hari karena memang tekstur dan white cast-nya sedikit mengganggu penampilan.

Produk ini mungkin lebih cocok ketika kamu pergi ke pantai karena memang akan berada di bawah sinar matahari dalam waktu lama. Sunblock akan mencegah kulit terbakar. Sunblock juga kebanyakan water-resistant sehingga tidak mudah luntur meski kamu main air. Lalu reapply-nya juga nggak perlu terlalu sering, cukup ketika memang diperlukan saja.

Sunscreen

1656921042-sunscreen-ilustrasi.jpgSumber: Ilustrasi sunscreen. (Freepik/rawpixel.com)

Kalau sunblock bekerja secara fisik sebagai penghalang, sunscreen bekerja secara kimiawi dan mencegah tanda-tanda kerusakan jangka panjang dari sinar matahari. Produk ini menyaring sinar UV, tepatnya sinar UVA, yang mana 'A' berarti aging atau penuaan. Jadi ketika mengaplikasikan sunscreen, produk ini akan bekerja dengan membalikkan efek berbahaya yang mungkin ditimbulkan sinar pada kulit.

Sunscreen sering menggunakan bahan aktif seperti avobenzene dan oxybenzene. Teksturnya juga tidak se-thick sunblock dan tidak meninggalkan rasa greasy sehingga lebih nyaman untuk dipakai sehari-hari, bahkan ketika kamu memakai makeup. 

Produk ini harus lebih sering di reapply karena tidak memberikan perlindungan yang cukup ketika kamu berada di bawah sinar matahari intens. Kamu juga perlu menunggu 30 menit sebelum pergi keluar rumah dan terkena sinar UV. Itu dia bedanya sunblock dan sunscreen ya, Guys. Kini kamu sudah tahu kan fungsi dan cara kerjanya, jadi pilihlah sesuai kondisimu.

Kalau kamu pergi ke pantai, baiknya gunakan sunblock supaya mendapat proteksi maksimal untuk kulit. Sementara kalau kamu hanya terpapar sinar matahari langsung kira-kira satu jam, maka sunscreen lebih cocok. Tapi jangan lupa untuk reapply setiap 2 jam sekali meski kamu tidak terkena sinar UV langsung. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait