Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URguide

Belajar Otodidak, Pemuda Asal Malang Ini Jadi Wirausahawan Wayang Kulit Mini

Shelly Lisdya,
10 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Belajar Otodidak, Pemuda Asal Malang Ini Jadi Wirausahawan Wayang Kulit Mini
Image: Febri Aminanto menunjukkan hasil karyanya. (Humas Pemkot Malang)

Malang - Seorang pemuda asal Malang, Jawa Timur memiliki kemauan untuk terus berkarya. Ia adalah Febri Aminanto yang mengembangkan usaha wayang kulit mini.

Menariknya, karya-karya yang dihasilkan pemuda yang tinggal di Kelurahan Merjosari itu ternyata berkat belajar melalui otodidak yang ditekuninya. 

“Sebelumnya saya belum pernah mengenal wayang kulit, tapi karena saya belajar melalui otodidak saya bisa membuka usaha ini. Sesuatu yang belum pernah terpikir sebelumnya,” kata Febri Aminanto,Jumat (7/1/2022).

Kini, selama hampir 10 tahun, Febri Aminanto telah membuat berbagai jenis wayang kulit yang dipesan pembeli kepada dia. Awalnya, dia mengaku kesulitan menjual hasil karyanya dan sering menjualnya di acara Car Free Day (CFD) di sekitar Stadion Gajayana dan pada acara wayangan.

“Karena pandemi COVID-19, CFD juga ditutup dan acara wayangan juga tidak ada. sekarang saya melayani orang-orang yang memesan wayang kulit yang saya buat ini,” imbuhnya.

Dari pengalaman berjualan di event wayangan dan CFD, akhirnya Febri Aminanto memiliki banyak pelanggan setia. Dari pelanggan itulah Febri Aminanto tetap bisa eksis berjualan wayang kulit mini hingga saat ini.

“Dalam tiga hari biasanya saya bisa membuat 15 wayang kulit mini. Harganya beragam, tergantung ukuran dan kesulitan dalam membuat,” ujarnya.

Seperti wayang kulit jenis gantungan kunci dijual Rp 10 ribu per biji, wayang kulit ukuran 25 cm Rp 30 ribu. Sedangkan ukuran 45 cm antara Rp 100 sampai Rp 150 ribu.

Selain bisa membuat wayang mini, Febri juga bisa membuat wayang dengan ukuran standar. Tapi untuk wayang ukuran standar harganya terbilang cukup mahal, sehingga pesanan sangat jarang. 

 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait