menu
user
URstyle

Benarkah Minyak Kelapa Murni Dapat Membunuh Virus Corona? Ini Kata Pakar

Nunung Nasikhah,
10 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Benarkah Minyak Kelapa Murni Dapat Membunuh Virus Corona? Ini Kata Pakar
Image: Ilustrasi VCO. (Freepik)

Pontianak – Tahukah kalian jika ternyata virgin coconut oil (VCO) atau minyak kelapa murni disebut dapat membunuh virus corona penyebab COVID-19?

Minyak kelapa murni memiliki kandungan lipid yang dapat berinteraksi dengan lipid membran sel virus corona.

"Salah satu cara untuk membunuh virus adalah merusak selnya. Sel bisa dirusak dengan macam-macam cara, salah satunya adalah bagaimana kita bisa membuat susunan lipid yang ada di sel itu yang tadinya teratur, menjadi tidak teratur," kata Pakar Kimia Agroindustri dari Universitas Tanjungpura Pontianak, Prof Dr Thamrin Usman, DEA di Pontianak, seperti dikutip dari Antara (7/6/2020).

Dengan tidak teraturnya susunan lipid di membran sel tersebut, maka akan terjadi kerusakan membran sel.

Nah, karena lipid VCO bisa masuk dan berinteraksi dengan lipid membran sel pada virus, maka membran sel tersebut menjadi rusak dan tidak berfungsi.

"Bahasa ekstremnya itu mati," tegasnya.

Alumni program master dan doktoral di ENSCT-INP, Toulouse, Prancis, untuk bidang Kimia Agroindustri tersebut juga mengatakan bahwa VCO telah digunakan dalam pengobatan pasien positif COVID-19.

Beberapa pasien dalam pengawasan (PDP) dan pasien positif COVID-19 di Pontianak yang telah mengkonsumsi VCO telah menunjukkan hasil yang baik. Menurut Thamrin Usman, mereka dapat sembuh setelah mengkonsumsi VCO tersebut.

"Ada tiga dokter yang saya berikan treatment VCO. Hasilnya mereka dapat sembuh dari COVID-19. Dua dokter umum berstatus reaktif dan satu dokter spesialis berstatus positif COVID-19, mereka sembuh," kata mantan Rektor Untan itu.

Thamrin yang juga guru besar pada Fakultas Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi (MIPA) Untan itu bercerita bahwa staf di kantornya dapat ‘sembuh’ setelah sebelumnya menunjukkan hasil reaktif saat rapid test.

"Kemudian ada lagi staf saya kena, semua kami anjurkan minum itu, alhamdulillah sembuh semua," jelasnya.

Thamrin mengatakan bahwa respons di tubuh mereka yang minum VCO bermacam-macam. Ada yang setelah minum menjadi mual dan buang air besar. Ada pula yang tidak menunjukkan respons, namun menyatakan kondisi tubuhnya segar dan tidak lemas.

1591510030-VCO.jpg

Virgin coconut oil. (Freepik)

"Mereka menjadi dapat tambahan energi. Karena orang-orang yang kena ini (COVID-19) ada kayak letih, lemas, tetapi dengan minum VCO, kita tahu lemak, lipid ini kan energi. Jadi selain menjadi sumber energi, VCO juga bisa merusak sel virus itu," terang Thamrin.

Meskipun pasien COVID-19 mengkonsumsi vitamin C dan bentuk-bentuk immune boosting lainnya, menurut Thamrin, tidak akan menimbulkan efek negatif. Justru mereka akan mendapatkan manfaat lebih sehingga tubuh menjadi segar.

"Treatment tidak murni hanya VCO, tetapi jika dia makan vitamin dan lainnya dan juga minum VCO, mendapatkan keuntungan, salah satunya badannya tambah segar. Artinya VCO itu juga sebagai sumber energi, pemberi energi, karena kandungan lipid (lemak) yang ada pada VCO," tuturnya.  

Tak hanya berfungsi sebagai immune booster, penggunaan VCO orientasinya juga untuk merusak dinding sel, baik itu virus maupun yang sejenisnya.

"Dan ini sebenarnya tidak khusus untuk corona, virus lain juga, contohnya hepatitis. Testimoni dari orang yang berpenyakit hepatitis, treatment dengan VCO jadi sembuh," kata Thamrin.

Kendati demikian, Thamrin menekankan bahwa VCO tidak bisa disamakan dengan manfaat yang ada pada madu. Karena secara kimia yang diandalkan pada VCO adalah asam lemak laurat yang jika dikonsumsi akan menjadi asam laurin.

"Ini yang punya khasiat untuk antivirus, antibakteri," tandasnya.

Thamrin juga menganjurkan kepada masyarakat agar mengonsumsi minyak kelapa murni tersebut setiap harinya, seperti yang ia lakukan selama ini.

"Biasanya tiga kali dua sendok makan dalam sehari saya minum," katanya menjelaskan manfaat VCO untuk pencegahan COVID-19.

Kebiasaan minum VCO ini juga sudah ia lakukan sejak awal merebaknya pandemi COVID-19 hingga saat ini. Produk VCO siap konsumsi juga kini banyak dijual di pasar, dan juga dapat dibuat sendiri dengan memperhatikan kualitas yang dihasilkan supaya kandungan manfaat VCO tidak berkurang.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait