beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URstyle

Nyatanya, Berjemur Nggak Bisa Bunuh Virus Corona Loh

Kintan Lestari,
sekitar 2 tahun yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Nyatanya, Berjemur Nggak Bisa Bunuh Virus Corona Loh
Image: UnityPoint Health

Jakarta - Banyak cara dilakukan untuk memperkuat daya tahan tubuh dalam rangka mencegah diri terinfeksi virus corona baru atau COVID-19. Salah satunya dengan berjemur.

Berjemur dapat meningkatkan imunitas tubuh, terlebih pukul 10 pagi karena pada waktu tersebut matahari mengeluarkan sinar ultraviolet B yang diperlukan tubuh untuk memproduksi vitamin D.

Meski demikian ada juga kabar yang beredar kalau berjemur di bawah matahari bisa membunuh virus corona. Itu sebabnya sekarang banyak yang tidak hanya menjemur diri sendiri, tapi juga barang-barang dan pakaian mereka. 

Di Thailand, sebuah perguruan tinggi dilaporkan bahkan telah membangun terowongan UV yang dapat dilalui oleh para siswa untuk mendisinfeksi diri mereka sendiri. Bahkan Donald Trump pernah menyebut wabah corona di AS akan melambat pada bulan April karena mulai memasuki cuaca yang hangat.

Berjemur memang bisa meningkatkan imunitas tubuh, tapi kegiatan tersebut tidak akan membunuh virus corona. Kalaupun bisa itu akan berbahaya. Kenapa?

Melansir BBC, ada tiga tipe sinar matahari yakni UVA, UVB, dan UVC. Kamu tentunya sudah tahu apa itu UVA dan UVB, yang mana bisa kita tangkal efek sampingnya dengan sunblock.

Nah tipe yang ketiga adalah UVC, yaitu jenis radiasi UV yang sangat baik dalam menghancurkan bahan genetik - baik pada manusia atau partikel virus. Meski demikian sinarnya juga yang paling merusak. Beruntung kita tidak merasakannya karena sinar ini disaring oleh atmosfer dan tidak mencapai permukaan bumi.

Para ilmuwan sebenarnya menemukan bahwa mereka dapat memanfaatkan UVC untuk membunuh mikroorganisme. Sejak ditemukan pada tahun 1878, UVC yang diproduksi secara artifisial telah menjadi metode pokok sterilisasi, yang mana digunakan di rumah sakit, pesawat terbang, kantor, pabrik, juga proses sanitasi air minum.

Belum ada penelitian yang melihat bagaimana UVC mempengaruhi COVID-19 secara khusus. Tapi penelitian telah menunjukkan bahwa UVC dapat digunakan terhadap virus corona lain, seperti SARS. Radiasi melengkungkan struktur materi genetik mereka dan mencegah partikel virus membuat lebih banyak salinan dari diri mereka sendiri.

Karena pandemi corona, pemasok peralatan UV telah melaporkan rekor penjualan, dan banyak yang segera meningkatkan produksi untuk memenuhi pesanan konsumen.

Salah satunya Dan Arnold yang bekerja untuk UV Light Technology, sebuah perusahaan yang menyediakan peralatan disinfektan untuk rumah sakit, perusahaan farmasi dan produsen makanan di seluruh Inggris.

Arnold mengatakan Teknologi UV Light telah kehabisan semua peralatannya. Dan seperti yang dibilang sebelumnya UVC berbahaya. 

"UVC adalah hal yang benar-benar jahat - kamu tidak boleh terkena itu. “Diperlukan berjam-jam untuk mendapatkan sengatan matahari dari UVB, tetapi dengan UVC dibutuhkan beberapa detik. Jika mata Anda terbuka ... Anda tahu perasaan kasar yang Anda dapatkan jika Anda melihat matahari? Seperti 10 kali, hanya setelah beberapa detik," jelas Arnold.

Untuk menggunakan UVC dengan aman diperlukan peralatan dan pelatihan khusus. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan peringatan keras terhadap orang yang menggunakan sinar UV untuk mensterilkan tangan mereka atau bagian lain dari kulit mereka.

Baru-baru ini, para ilmuwan telah menemukan jenis baru UVC yang menjanjikan yang tidak terlalu berbahaya untuk ditangani, namun masih mematikan bagi virus dan bakteri, yaitu Far-UVC. Far-UVC memiliki panjang gelombang yang lebih pendek daripada UVC biasa, dan sejauh ini dilakukan percobaan dengan sel-sel kulit manusia di laboratorium tidak menunjukkan hasil merusak DNA mereka. Namun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan.

Di sisi lain, bakteri dan virus juga tidak ikut mati, karena mereka cukup kecil untuk dijangkau cahaya. Dan sebagian besar lampu UVC di pasaran belum menggunakan Far-UVC dan belum pernah diuji pada manusia.

Jadi perlu diingat lagi ya Urbanreaders, berjemur hanya dapat meningkatkan imunitas tubuh, tapi tidak akan membunuh virus corona.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait