Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URguide

Berangkat dari Kekhawatiran, Ini Kisah di Balik Berdirinya Siklus

Deandra Salsabila,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Berangkat dari Kekhawatiran, Ini Kisah di Balik Berdirinya Siklus
Image: Siklus jadi solusi hemat isi ulang produk rumah tangga (@siklusrefill/Instagram)

Jakarta - Membeli produk dengan kemasan sachet tampaknya terlihat lebih praktis dan lebih ekonomis. Namun, hal tersebut ternyata tidak selamanya benar.

Menurut PR & Partnerships at Siklus, Brenda Cynthia Atmadja, membeli produk sachet sebenarnya justru lebih mahal jika dibandingkan dengan membeli ukuran yang lebih besar.

FYI, Siklus merupakan sebuah platform yang menyediakan jasa isi ulang produk tanpa plastik dan dengan harga yang murah. Kini, Siklus beroperasi di Jabodetabek.

Kisah di balik berdirinya platform ini pun terbilang menarik, guys. Founder dari Siklus, Jane von Rabenau memiliki cerita tersendiri mengenai hadirnya Siklus. Sebelum Siklus berdiri, ia sempat bekerja di India dan melihat banjir besar yang diperparah dengan banyaknya sampah plastik.

“Teman-teman dari Founder Siklus berasal dari kalangan menengah ke bawah jadi terbiasa beli produk sachet yang justru lebih mahal sebenarnya kalau dibandingin sama ukuran yang lebih besar,” ucap Brenda melalui URwealth Urbanasia, Rabu (1/9/2021).

Setelah itu, Jane sempat datang ke Filipina dan melihat stasiun isi ulang untuk air. Cara kerja mesin itu hanyalah tinggal memasukkan koin lalu airnya keluar. Mulai dari situ, Jane memikirkan jika hal itu dapat diterapkan untuk produk sehari-hari di Indonesia.

“Dari situ, kami melihat dua masalah. Selain masalah ekonomis, masalah plastik juga mengkhawatirkan. Di Indonesia, orang-orang belum banyak yang aware kalau masalah plastik ini besar sebenarnya. Akhirnya, Siklus berdiri untuk menjawab dua permasalahan tersebut,” jelas Brenda.

Saat ini, Siklus sudah hadir di Jabodetabek sejak April 2020. Selain itu, Siklus juga berencana untuk melakukan ekspansi ke luar daerah Jabodetabek pada akhir tahun ini.

“Kenapa fokusnya di Jabodetabek dulu? Karena itu termasuk kota besar dan konsumsi produk-produknya juga cukup tinggi,” ujar Brenda.

Menurut Brenda, feedback yang didapatkan dari pelanggan sangatlah positif. Setiap hari, di pesan langsung (DM) Instagram banyak netizen yang turut memberikan request agar Siklus hadir di kota mereka.

Selain itu, Siklus juga sangat terbuka dengan berbagai bentuk kerja sama yang dapat menguntungkan kedua belah pihak.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait