Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URtech

Berkat iPhone 13, Apple Rebut Kembali Posisi ke-2 dari Xiaomi

Afid Ahman,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Berkat iPhone 13, Apple Rebut Kembali Posisi ke-2 dari Xiaomi
Image: Tampilan iPhone 13. (Apple)

Jakarta - Apple kembali berhasil menempati posisi ke-2 sebagai penguasa pasar ponsel global di kuartal ketiga (Q3) 2021. Posisi tersebut sebelumnya sempat direbut Xiaomi di kuartal sebelumnya.

Dalam laporan Canalys, sebanyak 325,5 juta ponsel dikirimkan ke seluruh dunia sepanjang Juli hingga September. Angka tersebut menurun 6% dibandingkan tahun sebelumnya.

Penyebab penurunan tersebut disebabkan kekurangan pasokan chipset global yang sedang berlangsung hingga kini.

Sepanjang Q3 2021 Apple berhasil mengirimkan 49,2 juta unit. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 14% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan yang diraih Apple didorong oleh permintaan yang kuat dari iPhone 13 dan momentum keberlanjutan dari iPhone 12.
Sementara Xiaomi berada di posisi ketiga dengan pengiriman 44 juta unit. Perusahaan besutan Lei Jun itu mengalami penurunan 7% dari Q3 2020.

Oppo (36,7 juta) dan Vivo (34,2 juta) melengkapi lima besar. Kedua perusahaan mengalami peningkatan dari kuartal sebelumnya, Oppo mengirimkan 18% lebih banyak ponsel pada Q3 2021, sementara Vivo 8%.

Lantas siapa yang menjadi raja ponsel global? Tentu sudah bisa ditebak. Ada Samsung yang kembali mempertahankan posisi nomor satu dari kuartal sebelumnya.

Raksasa teknologi asal Korea Selatan ini berhasil mengirimkan total 69,4 juta ponsel. Sayangnya angka tersebut 13% lebih rendah dari pencapaian di tahun lalu. 

Memprediksi tiga bulan terakhir tahun ini, analis riset Canalys percaya bahwa merek smartphone akan fokus pada optimalisasi rantai pasokan, mengatur ulang strategi penetapan harga, dan menawarkan kesepakatan operator baru. Sehingga jumlah pengapalan ponsel di Q4 2021 akan meningkat, apalagi ada momen liburan akhir tahun.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait