Hot News

Ngawi – Beberapa amunisi bekas perang belum lama ini ditemukan oleh sejumlah warga Ngawi di aliran Sungai Bengawan Madiun di Kelurahan Ketanggi, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Amunisi yang diduga masih aktif tersebut berhasil ditemukan saat warga hendak mencari benda-benda logam kuno di sekitar aliran sungai untuk konten sebuah akun di kanal YouTube.

Benda yang diperkirakan amunisi bekas perang itu ditemukan oleh Dwi Nardiyansah saat ia dan timnya tengah mencari benda-benda logam kuno di bawah tanah menggunakan metal detektor untuk konten akun YouTube-nya yang diketahui bernama ‘Metal Klenik’.

Saat menyusuri aliran Sungai Bengawan Madiun, alat pendeteksi logam yang ia bawa tiba-tiba saja berbunyi.

Dwi dan tim kemudian mencoba mengangkat benda yang terpendam lumpur sungai sekitar 50 sentimeter dari permukaan air.

"Kami menggunakan tangan kosong saat mengangkat benda itu dari timbunan lumpur sungai. Tangan kami masukkan ke dalam lumpur dan mendapatkan benda lonjong itu," kata Dwi, seperti dikutip dari Antara (4/8/2020).

Setelah diangkat, benda tersebut kemudian dibawa pulang ke rumah dan dimasukkan ke dalam ember agar tidak meledak. Benda tersebut dianggap tidak berbahaya karena kondisinya sudah berkarat.

"Selain itu, saat beberapa kali dilempar ke tanah juga tidak terjadi reaksi apapun. Namun, akhirnya kami memutuskan untuk melapor ke petugas atas temuan benda itu," tandasnya.

Setelah mendapat laporan dari warga, penemuan amunisi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian setempat yang datang langsung dan memasang perimeter di lokasi.

Polsek Ngawi juga berkoordinasi dengan tim Jihandak Brimob Detasemen C Madiun untuk pemindahan peledak itu.

Berdasarkan hasil identifikasi, amunisi bekas perang tersebut memiliki ukuran diameter 25 sentimeter dengan panjang 30 sentimeter.

"Sesuai hasil identifikasi dari tim Jihandak Brimob Detasemen C Madiun, diduga amunisi perang itu masih aktif. Hal itu dilihat dari pemantiknya yang masih ada," ujar Kepala Polsek Ngawi AKP Khristanto Nugroho, di Ngawi.

Hanya saja bagian belakang amunisi perang tersebut terlihat sudah rusak karena termakan usia dan diperkirakan sisa masa penjajahan Belanda.

Benda itu diperkirakan merupakan bekas amunisi perang dari pesawat terbang atau kapal perang dengan berat sekitar lima kilogram.

Di samping itu, jika melihat ukuran fisiknya, maka diperkirakan benda berbahaya tersebut memiliki daya ledakan hingga radius 150 meter.

"Tentunya sangat berbahaya apabila masyarakat melakukan evakuasi dengan cara yang asal mengingat masih memiliki daya ledak besar," katanya.

Di lokasi temuan dan sekitarnya memang masih banyak terdapat benda serupa mengingat dulu di Ngawi merupakan salah satu situs penting militer kolonialis yang ditandai dengan keberadaan Benteng Pendem tak jauh dari lokasi penemuan.


Loading ..