menu
user
URnews

BMKG Juanda Imbau Warga Waspada Potensi Cuaca Ekstrem di Jatim

Nivita Saldyni,
17 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
BMKG Juanda Imbau Warga Waspada Potensi Cuaca Ekstrem di Jatim
Image: Ilustrasi cuaca buruk (Money Control)

Sidoarjo - Cuaca ekstrem tengah melanda sejumlah wilayah di Indonesia akhir-akhir ini, termasuk beberapa kota dan kabupaten di Jawa Timur (Jatim). Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Juanda, hal ini disebabkan adanya gangguan pada atmosfer.

"Kondisi atmosfer terkini terpantau beberapa gangguan yang menyebabkan adanya potensi peningkatan intensitas curah hujan di Jawa Timur," kata Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo, I Wayan Mustika secara tertulis, Selasa (6/4/2021).

Ia pun mengatakan, saat ini Jatim tengah memasuki peralihan musim atau pancaroba. Untuk itu kita harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.

"Seperti hujan es, puting beliung, hujan lebat, dan angin kencang sesaat dari awan Cumulonimbus," paparnya.

Belum lagi, aktifnya pola tekanan rendah dan siklon tropis Seroja di selatan Indonesia yang membentuk palung tekanan rendah memanjang dari barat ke timur telah membuat adanya konvergensi (zona pertemuan angin) di Jawa Timur. Selain itu, Wayan juga mengatakan MJO yang membawa massa udara basah ke wilayah Indonesia juga sedang aktif.

"Saat ini aktifnya MJO yang membawa massa udara basah ke wilayah Indonesia juga berpengaruh terhadap proses dinamika atmosfer Jawa Timur. Hal tersebut diperkuat dengan adanya gangguan gelombang Rossby yang dapat meningkatkan potensi kejadian cuaca ekstrem," jelasnya.

Nah adanya beberapa gangguan atmosfer ini, BMKG memperkirakan adanya potensi curah hujan dengan intensitas lebat disertai petir dan angin kencang melanda sejumlah kabupaten dan kota di Jatim. Mulai dari Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Tuban, Bojonegoro, Jombang, Nganjuk, dan Tulungagung.

"Kemudian Batu, Jember, Situbondo, Banyuwangi, Pamekasan, Mojokerto, Madiun, Ponorogo, Magetan, Pacitan, Tuban, Blitar, Kediri, Malang, Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Gresik, Sumenep, Bangkalan dan Sampang," lanjutnya.

Untuk itu Wayan mengimbau agar seluruh masyarakat yang ada di wilayah pesisir, termasuk pengguna transportasi laut harap waspadai adanya potensi gelombang tinggi di wilayah perairan Jawa Timur.

"Masyarakat juga dihimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana hidrometeorologi seperti potensi banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin," pesannya. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait