menu
user
URnews

Boeing 777 Diminta Tak Terbang, Ini Respons Dirut Garuda Indonesia

Eronika Dwi,
sekitar 2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Boeing 777 Diminta Tak Terbang, Ini Respons Dirut Garuda Indonesia
Image: Ilustrasi United Airlines. (Pixabay/Nel_Botha-NZ)

Jakarta - Lusinan pesawat Boeing 777 diminta penghentian pemakaian (grounding) di seluruh dunia.

Hal tersebut setelah salah satu pesawat model ini, yakni United Airlines mengalami kerusakan mesin dan puing-puing pesawatnya tersebar di pinggiran kota Denver, Amerika Serikat, Sabtu (20/2/2021) waktu setempat.

Insiden tersebut terjadi saat pesawat tengah terbang dan tiba-tiba sebagian mesin terbakar dan putus. Akhirnya membuat pesawat United Airlines kembali ke Bandara.

Meski berhasil mendarat tanpa ada korban jiwa, insiden tersebut tetap mendorong United Airlines untuk menghentikan penggunaan seluruh pesawat dengan mesin Pratt & Whitney 4000 itu.

Terdata ada 82 pesawat model 777 ini, yang digunakan oleh perusahaan penerbangan di AS, Korea Selatan, dan Jepang.

Tanggapan Dirut Garuda Indonesia

1614049724-Garuda-Indonesia.jpgSumber: Garuda Indonesia. (Pixabay/Farizpriandana)

Maskapai Garuda Indonesia juga termasuk yang mengoperasionalkan Boeing 777, namun berbeda dengan yang mengalami kerusakan mesin di pinggiran kota Denver.

Menurut Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, tipe yang mengalami kerusakan mesin di Denver adalah B777-200, sementara jenis armada B777 series yang Garuda Indonesia operasikan saat ini adalah tipe B777-300ER.

"Dapat kami sampaikan series pesawat tersebut berbeda dengan jenis armada B777 series yang Garuda Indonesia operasikan saat ini, yakni tipe B777-300ER yang pada dasarnya memiliki spesifikasi engine yang berbeda, dimana pesawat B777-300 ER yang saat ini dioperasikan Garuda Indonesia menggunakan engine tipe GE90-115B buatan pabrikan General Electric," ujar Irfan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/3/2021).

Irfan memastikan 10 armada Boeing 777-300ER yang dioperasikan maskapainya sudah memenuhi kriteria layak terbang berdasarkan ketentuan aircraft maintenance manual dibawah pengawasan penuh Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU).

Garuda Indonesia juga telah menjalankan inspeksi khusus secara menyeluruh terhadap seluruh armada B777-300ER.

Dari situ dapat dipastikan bahwa seluruh komponen pesawat dalam kondisi serviceable dan layak terbang.

Selain itu, Garuda Indonesia juga menjalankan mekanisme perawatan secara berlapis dan end to end pada seluruh pesawat untuk memastikan kondisi pesawat dalam kondisi yang prima ketika terbang.

"Upaya menyeluruh dan berlapis yang kami terapkan dalam menjalankan prosedur inspeksi dan perawatan armada secara komprehensif tersebut dilakukan guna memastikan pesawat yang diterbangkan telah memenuhi standar kelaikudaraan sesuai regulasi yang berlaku serta guna menghadirkan layangan penerbangan yang aman dan nyaman kepada pelanggan setia Garuda Indonesia," papar dia.

Garuda Indonesia pun senantiasa mengedepankan komitmen safety sebagai prioritas utama dalam seluruh lini operasionalnya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait