Surabaya - Banyak alasan orang melakukan pernikahan dini. Namun tak sedikit juga yang lupa bahwa pernikahan tak selalu membawa kebahagian hanya karena dilakukan bersama orang yang kita cinta.

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur, Drs. Sukaryo Teguh Santoso, M. Pd., mengatakan banyak hal yang harus dipersiapkan dan direncanakan sebelum membangun rumah tangga. Nah, hal-hal ini harus menjadi perhatian, khususnya bagi kamu pasangan muda yang akan melaksanakan pernikahan.

"Persiapan kehidupan berkeluarga bagi generasi muda, saya pikir usia itu paling penting. Sebab dari usia itu efeknya kemana-mana. Ya ke kesehatan fisik, mental, dan keharmonisan rumah tangga ke depan," kata Teguh saat ditemui Urbanasia usai membuka Mukerda IPeKB Jatim di Surabaya, Jumat (27/11/2020).

Memang, menurut UU 16 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas UU 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, baik pria dan wanita minimal harus berusia 19 tahun untuk bisa menikah. Pada usia ini, jiwa dan raga kita dinilai telah matang untuk mewujudkan tujuan pernikahan yang baik tanpa berakhir pada perceraian dan mendapat keturunan yang sehat dan berkualitas.

"Tapi BKKBN tetap mengkampanyekan agar usia menikah awal, perempuan tetap 21 tahun dan laki-laki 25 tahun," pungkas Teguh.

Mengapa harus 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki? BKKBN menilai usia ini adalah usia yang pas untuk perempuan dan laki-laki membangun bahtera rumah tangga. Selain itu, kamu juga harus memiliki kesiapan mental dan juga ekonomi yang kuat.

"Selain usia tentu kesiapan mental, kemudian ekonomi juga tidak boleh diabaikan karena berumah tangga itu kan perlu hidup, maka ekonomi yang saya maksudkan harus di antara pasangan itu mau laki-laki atau perempuan harus ada pekerjaan ya penghasilan tetap. Sehingga nanti bisa menghidupi kehidupan rumah tangganya," jelasnya.

Namun PR-mu belum selesai sampai di sana aja guys. Kamu juga harus merencanakan kapan akan punya anak, berapa.jumlah anak yang ingin kamu miliki, berapa jarak kelahiran anak satu dan lainnya, bagaimana pendidikan anak nantinya, bagaimana kamu dan pasangan menghidupi kebutuhan sehari-hari. Semua itu harus dipersiapkan untuk rencana jangka panjang ya.

Jadi, gimana Urbanreaders? Apakah kamu dan pasangan sudah siap untuk menikah?

Komentar
paper plane