Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URtainment

Buntut Remix Azan, Mnet Minta Maaf dan Ganti Soundtrack 'Street Woman Fighter'

Griska Laras,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Buntut Remix Azan, Mnet Minta Maaf dan Ganti Soundtrack 'Street Woman Fighter'
Image: Street Woman Fighter/Koreaboo

Jakarta - Setelah mendapat kecaman dari netizen seluruh dunia, Mnet akhirnya minta maaf karena menggunakan sampel remix azan di intro 'Street Woman Fighter'.

Permohonan maaf itu disampaikan melalui akun Instagram Mnet @mnet_dance, Kamis (9/9/2021) dini hari.

"Penonton yang terhormat atas nama tim produksi Mnet 'Street Woman Fighter', kami menyampaikan permintaan maaf yang tulus terkait soundtrack yang digunakan dalam pembukaan episode pertama 'Street Woman Fighter'," tulis Mnet di akun @mnet_dance, Kamis (9/9/2021).

Tim produksi Mnet mengaku mengambil sampel remix azan dari platform streaming resmi. Mereka berpikir suara elektronik dari lagu tersebut cocok sebagai backsound musik program tersebut.

"Tim produksi berpikir bahwa suara elektronik lagu cocok sebagai backsound program. Kami tidak memiliki niat lain. Mohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang tidak diinginkan karena tidak mengetahui makna lirik khusus itu"

Mnet juga berjanji akan mengganti soundtrack intro 'Street Woman Fighter' sebagaimana kritik dan kecaman netizen di seluruh dunia.

"Kami akan terus mendengarkan pendapat para penonton di seluruh dunia".

Unggahan ini pun mendapat respons beragam dari netizen. Ada lebih dari 12 ribu tanggapan di kolom komentar. Sementara di Twitter, #Mnetapologize masih menggema dengan lebih dari 91 ribu cuitan.

Fyi, 'Street Woman Fighter' adalah program survival show untuk perempuan yang memiliki bakat menari. 

Di acara ini, peserta akan bergabung dengan perwakilan dari tim dance papan atas Korea Selatan untuk memperebutkan peringkat utama. 

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Mnet <스트릿 우먼 파이터> (@mnet_dance)

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait