Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Capai Rp 3,7 Triliun, KPK Awasi Pengadaan Laptop Kemendikbudristek

Shelly Lisdya,
3 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Capai Rp 3,7 Triliun, KPK Awasi Pengadaan Laptop Kemendikbudristek
Image: Ilustrasi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (Dok. KPK)

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan awasi proses pengadaan laptop buatan dalam negeri untuk para pelajar oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

"KPK dan penegak hukum lainnya terus melakukan pengawasan terkait setiap penggunaan uang negara," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya seperti dikutip dari Antara, Selasa (3/8/2021).

Ali Fikri menyebut jika pihaknya meminta pengadaan laptop dengan anggaran mencapai Rp 3,7 triliun itu dilakukan secara transparan dan akuntabel.

"KPK kembali mengingatkan pelaksana kegiatan dimaksud agar dilakukan secara transparan dan akuntabel," terangnya

Selain itu, proses pengadaan pun harus dilakukan sesuai mekanisme dan aturan-aturan yang berlaku.

"Pelaksanaan kegiatan harus dipastikan dilakukan sesuai mekanisme dan aturan-aturan pengadaan yang berlaku," kata dia.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni meminta KPK turut mengawasi proses pengadaan 240 ribu unit laptop buatan dalam negeri pada tahun 2021 dengan anggaran sebesar Rp 2,4 triliun untuk para pelajar.

"Komisi III DPR RI menilai pengadaan apa pun yang sifatnya menggunakan anggaran harus diperhatikan KPK dalam semua prosesnya. Hal ini tidak lain untuk mengantisipasi potensi korupsi, apalagi karena ini jumlahnya besar," kata Sahroni dalam keterangannya di Jakarta, Senin (2/8/2021).

Menurutnya, pengawasan tersebut sangat penting agar proses pengadaan transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Seperti yang diberitakan Urbanasia sebelumnya, dana program untuk tahun 2021 yang berjumlah Rp 3,7 triliun ini terdiri dari dua alokasi. Pertama dari anggaran Kemendikbudristek (APBN pusat) senilai Rp 1,3 triliun, dan kedua senilai Rp 2,4 triliun dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik tahun 2021.

Pembelanjaan TIK melalui APBN tahun 2021 senilai Rp 1,3 triliun digunakan untuk memenuhi kebutuhan 12.674 sekolah mulai dari jenjang SD, SMP, SMA, dan SLB, yaitu untuk pembelian 189.840 laptop, 12.674 access point, 12.674 konektor, 12.674 proyektor, dan 45 speaker. 

Untuk pemilihan produk dan merek dari masing-masing kebutuhan merujuk pada pilihan yang ada pada e-katalog LKPP.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait