beautydoozy skinner
urbanasia skinner
Beautydoozy

Cara Tinkerlust Jaga Lingkungan dengan Gaya Hidup Sustainable

Anisa Kurniasih,
16 November 2022 08.58.31 | Waktu baca 3 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Cara Tinkerlust Jaga Lingkungan dengan Gaya Hidup Sustainable
Image: Tinkerlust Fashion Impact Summit 2022 (Tinkerlust)

Jakarta - Gaya hidup sustainability atau hidup berkelanjutan memperkuat misi Tinkerlust untuk terus menjaga lingkungan dalam industri fashion.

Dalam acara Tinkerlust Fashion Impact Summit 2022, Co-founder dan CEO Tinkerlust, Samira Shihab menyatakan, pihaknya tahu industri fashion dapat menyebabkan dampak lingkungan dan sosial yang membahayakan untuk jangka waktu yang lama.  

Menurutnya, sebagai ecommerce yang bergerak di preloved goods, ia merasa perlu untuk mensosialisasikan bagaimana sustainable fashion dapat menjadi solusi untuk lingkungan yang lebih baik dan menciptakan circular economy. 

Artinya, fashion yang sudah tidak dipakai bisa diperjualbelikan, sehingga tidak menumpuk dan bisa menjaga nilai fashion itu sendiri selama mungkin. 

"Dan kami, dari Tinkerlust berkomitmen untuk dapat membantu meningkatkan circular economy dengan mengenalkan jual-beli barang preloved sebagai new shopping lifestyle," ungkapnya, Selasa (15/11/2022).

 Ia berharap dengan gerakan ini dapat membantu mengurangi dampak lingkungan dari industri fashion, dan juga menginspirasi bisnis lain dan para konsumen untuk sama sama mengadopsi sistem circular economy dan sustainable fashion.

Sebelumnya Tinkerlust telah membuat campaign drop and save yang berkolaborasi dengan salah satu lokal brand di Indonesia untuk mengajak masyarakat Indonesia mengumpulkan barang fesyen yang sudah tidak terpakai. 

Campaign ini berhasil mengumpulkan puluhan barang fashion yang dijual kembali oleh tim Tinkerlust sebagai perwujudan circular economy.

Sustainable fashion yang ingin terus disosialisasikan oleh Tinkerlust ini juga seiring dengan himbauan dari pemerintah untuk menggunakan bahan ramah lingkungan dalam memproduksi karya fashion tanah air. 

Hal tersebut diucapkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Penelitian dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim pada saat Fashion Muslim 2022 Festival (MUFFEST+).

Ia menggarisbawahi pentingnya menggunakan bahan fashion ramah lingkungan dan mempromosikan nilai-nilai kearifan lokal dalam rangka menjaga keberlanjutan industri fashion, khususnya di Indonesia. 

Amanda Zahra Marsono, Head of PR & Marketing Zero Waste berbagi pengalaman yang telah dilakukan Zero Waste dalam menciptakan circular economy, yaitu dengan gerakan tukar baju. 

Para pengunjung acara dapat membawa baju mereka untuk ditukarkan dengan baju yang lain dalam usahanya untuk memperpanjang nilai baju tersebut.

Sementara itu, Tasya Kamila sebagai public figure berpendapat, dengan adanya platform seperti Tinkerlust, konsumsi produk second hand menjadi sebuah gaya hidup baru. 

"Dahulu menggunakan produk secondhand dipersepsikan sebagai mereka yang tak mampu membeli barang baru namun dengan adanya inisiatif ini maka persepsi menggunakan barang secondhad berubah menjadi sebuah tren yang sangat positif," ungkapnya.

Salah satu inisiatif lain yang dilakukan Tinkerlust adalah menyusun Tinkerlust Impact Report 2022 yang berisi hasil riset dari team Tinkerlust mengenai dampak jangka panjang fashion terhadap lingkungan dan sosial. 

Tinkerlust melakukan survei terhadap 665 responden di Indonesia dan menemukan bahwa sekitar 58% responden lebih suka membeli produk baru dibandingkan dengan barang bekas/preloved.

Sementara itu, 63,46% responden lebih memilih membeli produk fast fashion karena dianggap lebih murah dan gayanya lebih masa kini, walaupun mereka sadar perilaku fast fashion ini dapat mengakibatkan penumpukan barang-barang.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait