Hot News

Newcastle upon Tyne - Segala macam cara dilakukan untuk mencegah Pangeran Arab Saudi Muhammad bin Salman mengambil alih Newcastle United. Kali ini berasal dari tunangan mendiang Jamal Khassogi.

Perlu Urbanreaders ketahui, Khassogi adalah kolumnis Washington Post yang kerap mengkritisi kebijakan Kerajaan Arab Saudi terutama Pangeran Salman. Dia lantas dibunuh di Turki dan dimutilasi oleh 15 orang yang disebut-sebut merupakan suruhan putra mahkota kerajaan itu.

Nah, Salman saat ini sedang jadi pembicaraan terkait keinginannya untuk membeli Newcastle. Proses take over klub Premier League itu disebut-sebut sudah memasuki tahap akhir dan Newcastle bakal jadi pesaing juara baru.

Pembelian Newcastle oleh Pangeran Salman itu mendapat penolakan besar-besaran dari aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Mereka menilai kerajaan Arab Saudi membeli Newcastle cuma untuk menutupi borok pelanggaran HAM mereka.

Hatice Cengiz yang merupakan tunangan Khassogi lantas mengirimkan sebuah surat untuk seluruh penggemar Newcastle United, yang kini tengah harap-harap cemas menanti deal itu tercapai. Wanita asal Turki itu meminta para pendukung Newcastle menolaknya.

"Saya menulis kepada anda di waktu yang penting dalam sejarah klub sepakbola anda yang terkenal. Putra Mahkota Mohammed bin Salman, penguasa absolut Arab Saudi, ingin mengambil alih klub anda dengan tawaran uang dalam jumlah besar," ujar Cengiz saat membuka surat tersebut seperti dilansir Daily Mail.

"Saya mengerti jika banyak dari anda yang tergoda dengan tawarannya agar bisa keluar dari situasi mengerikan yang melumpuhkan klub selama bertahun-tahun, tetapi Putra Mahkota telah dituduh memerintahkan pembunuhan Jamal. Semua investigasi kredibel menunjukkan jika dirinya bertanggung jawab soal itu, namun dia belum diadili di negaranya sendiri karena dia berkuasa dengan tangan besi," lanjut Cengiz.

"Permohonan saya buat anda adalah untuk berpikir lagi apakah tawaran Mohammed bin Salman benar-benar solusi dari masalah klub dan kota anda. Aturan Premier League tidak memungkinkan Putra Mahkota buat memiliki dan mengendalikan klub anda,".

"Kita harus memastikan jika standar yang tinggi ini tidak bisa diinjak-injak. Silakan pertimbangkan di kala pengambilalihan itu bisa membuat klub anda menjadi 'markas' buat mereka yang dituduh melakukan pembunuhan dan penyiksaan, serta selamanya harus bersaing meraih kejayaan sepakbola di bawah awan gelap dan menyedihkan tersebut,".

"Saya yakin jika kita semua sepakat bahwa hal itu seharusnya bukan menjadi warisan dan takdir buat klub sepakbola Newcastle United," kata Cengiz di akhir surat tersebut.


Loading ..