beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URtainment

Cerita Karier Musik Titi Radjo Padmaja, Sempat Ditentang Keluarga

Shelly Lisdya,
12 November 2022 09.25.18 | Waktu baca 3 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Cerita Karier Musik Titi Radjo Padmaja, Sempat Ditentang Keluarga
Image: Musisi Titi Radjo Padmaja. (Instagram/@titiradjopadmaja)

Jakarta - Perjalanan karier Titi Radjo Padmaja di industri musik ternyata tidak mudah. Wanita berusia 41 tahun ini ternyata pernah 'ditentang' almarhum ayahnya, karena keinginan mendiang adalah Titi Radjo bisa meneruskan usahanya.

"Sebenarnya aku nggak didukung orang tua untuk bermusik. Awalnya ditentang orang tua saat ngambil S1 musik, terutama sama almarhum Papa dia bilang 'kamu ngapain ambil musik, masa depannya gimana?' Ah ya sudah deh aku tetap di jalur musik, meski papa nggak ngebiayain nggak apa-apa," kata Titi Radjo di kantor Urbanasia, Jumat (11/11/22).

Berbekal tekadnya untuk menjadi musisi, wanita yang namanya diganti Titi Radjo Padmaja ini mulanya berasal dari Padang kemudian hijrah ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikannya. Ia memutuskan mengambil kuluiah di Institute Musik Daya Indonesia, Jakarta. Ia berhasil meraih gelar Sarjana Musik.

Namun siapa sangka, di perjalanan awal kariernya Titi harus membagi waktu antara kuliah dan kerja. Bahkan ia juga sempat mengaku pernah ngeband keliling Jakarta untuk membiayai kuliahnya.

"Jadi almarhum papa pernah bilang 'kamu kalau masuk musik nggak aku biayain dan ngga aku kasih uang bulanan' jadi nggak apa-apa aku berusaha sendiri, banyak di Jakarta ngeband keliling dan dibantu oleh kakak untuk bayar kuliah," katanya.

Biasanya, Titi ngeband di kafe dengan bayaran Rp 50 ribu untuk satu kali tampil.

"Untuk bayar kuliah aku ngeband ya keliling Jakarta, bawa drum set sendiri, berangkat sendiri, ada mobil box aku bawa sendiri, nyetir sendiri, masukin drum set ke mal, terus di salah satu kafe aku set sendiri drumnya terus main, bongkar lagi snediri. Itu sampai jam 1 atau 2 malam terus paginya kuliah. Bayaran aku dulu Rp 50 ribu plus dikasih makan, itu tahun 2001-an," lanjutnya.

Titi juga mengaku sempat menunggak biaya kuliah. Beruntung pihak sekolah berbaik hati memberikan kemudahan untuknya.

"Aku sampai utang untuk bisa kuliah di sana, untungnya kepala sekolahnya baik banget mau menadah. Iya bayar bulanannya. Mereka lihat aku sungguh-sungguh banget jadi ya nggak apa-apa," imbuh ibu satu anak itu.

Alasan mendiang ayahnya melarang produser musik itu terjun di dunia musik lantaran keinginan ayahnya untuk Titi Radjo meneruskan bisnisnya.

"Papa kan punya hotel, jadi beliau minta nerusin usahanya makanya aku disuruh ambil bisnis. Sedangkan aku penginnya musik. Untungnya mama support banget, tapi kan mama nggak bisa ngasih duit banyak, cuma sedikit-sedikit," katanya.

Tak hanya itu saja, sebelum kuliah musik, ternyata Titi Radjo belajar musik secara otodidak dengan awalnya belajar piano dan mendengarkan musik klasik. 

"Papa punya hotel di Maninjau, kan di hotel ada pertunjukan entertainmentnya ya jadi ada keyboard, aku belajar setiap hari sampai bisa beberapa lagu akhirnya kalau ada acara di hotel aku suka main keyboard. Waktu itu aku mengandalkan kuping, ya begitu lah bisa dibilang naluri," lanjutnya.

Dengan tekad dan kerja kerasnya kini usaha Titi Radjo pun membuahkan hasil, dari semula belajar musik secara otodidak hingga ditentang orang tua, kini istri Adrianto Djokosoetono itu berhasil menjadi produser musik, komposer musik, hingga arranger musik.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait