beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URstyle

COVID-19 di Indonesia Naik hingga 620 Persen dalam Sebulan, Tertinggi Global

Ika Virginaputri,
3 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
COVID-19 di Indonesia Naik hingga 620 Persen dalam Sebulan, Tertinggi Global
Image: Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito. (Setpres.go.id)

Jakarta -- Indonesia menjadi negara tertinggi dengan kenaikan kasus positif COVID-19 terbanyak di dunia. Peningkatannya mencapai angka 620 persen dalam kurun waktu 28 hari. 

Negara yang menempati posisi kedua adalah Bangladesh dengan kenaikan sebesar 500% dalam 22 hari, disusul Inggris yang naik 380% dalam 23 hari, Italia naik 241% dalam 25 hari, Jerman naik 209% dalam 22 hari, Singapura naik 116% dalam 18 hari, Malaysia naik 49% dalam 19 hari, dan Amerika Serikat naik 14% dalam 8 hari. Data terbaru tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito. 

“Hal ini penting menjadi perhatian karena dengan meningkatnya kembali kasus pada beberapa negara tersebut, artinya kita perlu kembali waspada dan ini membuktikan bahwa Covid-19 masih ada,” kata Wiku dikutip dari keterangan resminya, Minggu (3/7/2022).

Selama 2 hari berturut-turut di Indonesia, kasus harian terus berada di atas angka 2.000 kasus. Meski angka ini tidak lebih besar dari puncak kasus sebelumnya, namun momen ini berbarengan dengan periode libur anak sekolah dan jelang hari raya Idul Adha yang cenderung meningkatkan mobilitas masyarakat. 

“Perlu diingat bahwa di tahun lalu, kasus positif ini baru mengalami penurunan setelah 3 bulan. Kenaikan kasus ini terjadi pasca Idul Fitri dan Idul Adha, dan juga diperkuat dengan periode libur anak sekolah,” sambung Prof Wiku.

Kabar baiknya angka pada periode bulan yang sama terbilang jauh lebih kecil dibanding tahun lalu yang mencapai 350 ribu kasus dalam 1 bulan. Namun Juni tahun ini angkanya hanya sebesar 31 ribu kasus bulanan. Bahkan lebih kecil lagi di bulan Mei lalu, yaitu hanya 8 ribu kasus bulanan.

“Angka yang rendah di tahun ini jika dibandingkan tahun lalu, menunjukkan kita semakin resilien dan terus memperbaiki situasi ke arah yang lebih baik. Namun, disisi lain, kita harus waspada karena adanya kenaikan lebih dari 23 ribu kasus dalam 1 bulan menandakan bahwa tingkat penularan di tengah masyarakat semakin meluas,” lanjut Prof Wiku.

Untuk itu, masyarakat diingatkan senantiasa memakai masker dan terus disiplin protokol kesehatan demi mencegah penularan COVID-19. 

“Ingat, protokol kesehatan adalah kunci keberhasilan penurunan kasus dan pemulihan aktivitas masyarakat saat ini. Keberhasilan yang telah kita raih hingga saat ini penting untuk dipertahankan dan terus diupayakan agar dapat bertahan selama mungkin,” pungkasnya. 

 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait