beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URstyle

Puncak Omicron BA.4 dan BA.5 Diprediksi Sampai 25 Ribu Kasus per Hari

Nivita Saldyni,
16 Juni 2022 13.02.20 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Puncak Omicron BA.4 dan BA.5 Diprediksi Sampai 25 Ribu Kasus per Hari
Image: Subvarian Omicron (Foto: Reuters)

Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin memperkirakan kasus COVID-19 Omicron varian baru BA.4 dan BA.5 akan mencapai puncaknya pada pekan ketiga dan keempat Juli 2022. Saat itu diperkirakan kasus harian bakal mencapai 25 ribu. 

“Kami percaya nanti akan ada kenaikan, mungkin maksimumnya 25 ribu per hari,” kata Budi Gunadi Sadikin dalam keterangannya secara daring dari Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/6/2022). 

Berkaca dari Afrika Selatan yang merupakan negara pertama subvarian baru ini ditemukan, imbuh Budi, puncak kasus BA.4 dan BA.5 hanya sepertiga dari puncak kasus COVID-19 varian Omicron atau Delta sebelumnya.

Oleh karena itu Kemenkes memperkirakan puncak Omicron subvarian BA.4 dan BA.5 di Indonesia hanya akan mencapai 20-25 ribu karena puncak varian Delta dan Omicron di Tanah Air mencapai 60 ribu kasus per hari. 

Nah biasanya puncak kasus bakal terjadi satu bulan setelah kasus pertama teridentifikasi. Itulah alasan Kemenkes memperkirakan puncak kasus BA.4 dan BA.5 di Indonesia kemungkinan terjadi pada pekan ketiga dan keempat Juli 2022.

"Setelahnya akan turun kembali," sambung Budi.

Selain puncak penularan yang lebih rendah dibanding varian sebelumnya, Budi juga menyebut tingkat kematian pada kasus BA.4 dan BA.5 jauh lebih rendah, hanya seperduabelas atau sepersepuluh dari Delta dan Omicron. 

Sementara itu hingga Selasa (14/6/2022), data Kemenkes menunjukkan telah ada 20 kasus BA.4 dan BA.5 di Indonesia. Jumlah tersebut terdiri dari dua kasus BA.4 dan 18 kasus BA.5.

Terkait sebarannya, provinsi Jawa Barat jadi penyumbang terbanyak kasus BA.5 di Indonesia. Total ada 12 pasien yang dilaporkan telah terinfeksi BA. 5 di Jawa Barat. 

Sementara sisanya dilaporkan berada di Provinsi DKI Jakarta dan Bali, masing-masing tiga pasien. Sedangkan untuk kasus BA. 4, satu kasus masing-masing dilaporkan di DKI Jakarta dan Bali. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait