Jakarta - Bagi yang mencari hunian berlokasi strategis dengan harga murah, apartemen Kalibata City sering jadi pilihan.  

Lokasinya dekat dengan pusat perbelanjaan, stasiun KRL, shelter TransJakarta, angkutan umum, sampai tempat makan. 

Sayangnya meski berlokasi di tempat strategis, apartemen tersebut terkenal punya banyak tragedi kelam. 

Dari kasus narkoba, prostitusi, sampai pembunuhan terjadi di apartemen yang berlokasi di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan ini.

Ini dia beberapa kasus terkenal yang terjadi di Apartemen Kalibata City.

1. Kasus Pembunuhan Karyawan Bank (2012)

Tahun 2012 masyarakat digegerkan dengan kasus pembunuhan terhadap karyawan Bank bernama Aswara Indah Sari (27).

Korban ditemukan tewas di kamar lantai 16 Tower Borneo dengan luka gorok di lehernya. Ditemukan juga sejumlah sayatan pisau di tubuh korban.

Polisi pun melakukan penyidikan dan menemukan bahwa pelakunya adalah calon suami korban, Mirza Nurzaman (31), yang merupakan WN India. Motifnya adalah cekcok dengan korban.

Usai melakukan pembunuhan, rupanya Mirza mengakui kejahatannya pada orang tuanya. Ia lalu bunuh diri dengan menabrakkan diri ke KRL yang melintas di dekat Stasiun Duren Kalibata.

2. Kasus Pembunuhan Istri Siri Pejabat BPK (2013)

Pada 30 September 2013 pernah terjadi pembunuhan di salah satu kamar di lantai 9 Tower Ebony. Korbannya adalah Holly Anggela atau Niken Hayu Winanti (37), yang merupakan istri siri pejabat BPK, Gatot Supiartono.

Ketika pulang bekerja dan masuk ke apartemennya, Holly langsung diikat dan dianiaya oleh empat orang yang ternyata sudah menunggunya.

Kala itu, Holly tengah menelepon ibu angkatnya, sehingga saat dianiaya teriakan Hollt terdengar oleh ibunya. Usai dianiaya, para pelaku pun kabur lewat balkon. Tragis seorang pelaku bernama Elriski Yudhistira jatuh dari tower Ebony dan meninggal.

Adik Holly yang khawatir langsung mendatangi kamar sang kakak. Begitu sampai ia menemukan Holly sudah tidak sadarkan diri dengan kondisi terikat dan kepala berdarah. Nyawa Holly tidak tertolong.

Polisi mengusut kasus ini dan menyatakan dalang utama pembunuhan ini ternyata adalah Gatot. Ia menyewa 4 pria tersebut untuk membunuh Holly.

Motifnya karena Gatot kesal Holly menuntut banyak hal darinya, mulai dari menceraikan istri sahnya sampai minta dibelikan barang mewah.

3. Kasus Bunuh Diri Pemandu Karaoke (2018)

Tragedi lain yang terjadi di apartemen Kalibata City adalah kasus bunuh diri seorang pemandu karaoke bernama Ana Yulisanti alias Gebi (22) pada April 2018. 

Keputusan untuk bunuh diri itu diambil korban lantaran depresi akibat sang kekasih yang bernama Ramdani menyelingkuhi dirinya dengan temannya. 

Sebelum loncat dari balkon kamarnya di lantai 8 Tower Damar, Gebi sempat ribut dengan Ramdani. Saat peristiwa itu, ada pula selingkuhan Ramdani.

Gebi juga sempat mengancam bunuh diri dengan menyilet tangannya dengan pecahan kaca dan meminum obat pembasmi serangga.

4. Kasus Prostitusi Anak (2020)

Kasus satu ini terungkap pada awal tahun ini. Itu bermula dari laporan seorang ibu yang menyatakan anak perempuannya yang tinggal di Depok menghilang.

Usai ditelusuri, terungkap ternyata anak hilang tadi disekap di lantai 10 Tower Jasmine bersama dua anak di bawah umur lainnya. Para korban tersebut adalah JO (15), AS (17) dan NA (15).

Saat melakukan penggerebekan, polisi menangkap dua orang pria yang saat itu tengah bersama dengan para korban.

Kepada polisi pria tersebut mengatakan bahwa anak-anak tadi akan dijual pada pria hidung belang dan dijadikan pekerja seks komersial (PSK).

Kasus ini pun ditindaklanjuti hingga akhirnya polisi menetapkan 6 orang sebagai pelaku yakni AS (17), NA (15), MTG (16), ZMR (16), JF (29), dan NF (19).

5. Kasus Mutilasi YouTuber Rinaldi (2020)

Kasus terbaru yang terjadi di apartemen kawasan Jakarta Selatan itu adalah kasus mutilasi YouTuber Rinaldi Harley Wismanu (32).

YouTuber yang juga berprofesi sebagai manajer HRD sebuah perusahaan itu dibunuh dan dimutilasi oleh sepasang kekasih berinisial DAF (26) dan LAS (27).

Motif pelaku sendiri karena keduanya ingin menguasai harta korban. Terbukti usai melakukan aksi kejinya, para pelaku menggasak uang sebesar Rp 97 juta dari ATM korban.

Tempat pembunuhan dan mutilasi Rinaldi sebenarnya bukan terjadi di apartemen Kalibata City, tapi di apartemen kawasan Pasar Baru.

Namun potongan tubuh Rinaldi dibawa ke apartemen Kalibata City, tepatnya di salah satu kamar lantai 16 Tower Ebony dengan niatan untuk menghilangkan bukti.

 

Komentar
paper plane