menu
user
URstyle

Desa Kete Kesu, Kawasan Cagar Budaya yang Kental dengan Adat Toraja

Shelly Lisdya,
26 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Desa Kete Kesu, Kawasan Cagar Budaya yang Kental dengan Adat Toraja
Image: Desa Kete Kesu. (Instagram @ketekesu_official)

Jakarta - Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bandara Tana Toraja, nah fasilitas ini bisa mempermudah kita untuk mengunjungi kota ini loh, Urbanreaders.

Salah satu destinasi yang paling terkenal adalah Kete Kesu, yakni suatu desa wisata di kawasan Tana Toraja yang dikenal karena adat dan kehidupan tradisional masyarakat dapat ditemukan di kawasan ini.

Di dalam Kete Kesu terdapat peninggalan purbakala berupa kuburan batu yang diperkirakan berusia 500 tahun lebih. Dalam kuburan batu yang menyerupai sampan atau perahu tersebut, tersimpan sisa-sisa tengkorak dan tulang manusia. 

Seperti yang dituliskan Wikipedia, hampir semua kubur batu diletakkan menggantung di tebing atau gua. Tak hanya itu, di beberapa tempat juga terlihat kuburan megah milik bangsawan yang telah meninggal dunia.

Selain kubur gua, ada beberapa makam adat di Kete Kesu yang telah ditutup dengan jeruji besi. Alasannya, ini mencegah pencurian patung jenazah adat (tau-tau). Beberapa jenazah pun dapat terlihat dengan jelas dari luar bersama dengan harta yang dikuburkan di dalamnya. 

Sementara peti mati tradisional (erong) yang terdapat di desa ini tidak hanya berbentuk seperti perahu loh, namun juga ada yang berbentuk kerbau dan babi dengan pahatan atau ukiran yang menghiasi.

Terletak empat kilometer di bagian tenggara Rantepao, Kete Kesu terdiri dari padang rumput dan padi yang mengelilingi rumah adat Tana Toraja, yaitu Tongkonan.

1616399358-cagar-budaya-kete-kesu-toraja.jpgDesa Kete Kesu. (Instagram @ketekesu_official)

Sebagian rumah adat yang terletak di desa ini diperkirakan berumur sekitar 300 tahun dan letakknya berhadapan dengan lumbung padi kecil. Tidak hanya terdiri dari enam Tongkonan dan 12 lumbung padi, Kete Kesu juga memiliki tanah seremonial yang dihiasi oleh 20 menhir.

Tongkonan sendiri terdiri dari museum yang berisi koleksi benda adat kuno Toraja, mulai dari ukiran, senjata tajam, keramik, patung, kain dari Cina, dan bendera Merah Putih yang konon disebutkan merupakan bendera pertama yang dikibarkan di Toraja. Dalam museum ini juga terdapat pusat pelatihan pembuatan kerajinan dari bambu.

FYI nih, masyarakat yang hidup di desa ini umumnya memiliki keahlian sebagai pemahat dan pelukis, jadi selain sebagai objek wisata, tempat ini juga dimanfaatkan untuk menjual berbagai pahatan dan suvernir tradisional Toraja, kamu juga bisa mencoba loh.

Karena Kete Kesu merupakan kawasan cagar budaya, di desa ini pun juga menjadi pusat berbagai upacara adat Toraja. Seperti misalnya pemakaman adat yang dirayakan dengan meriah (Rambu Solo), upacara memasuki rumah adat baru (Rambu Tuka), serta berbagai ritual adat lainnya. Gimana, tertarik berkunjung, guys?

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait