beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URtrending

Diajak Motoran Tegal-Surabaya buat Nonton Bola, Bayi 6 Bulan Meninggal Dunia

Fitri Nursaniyah,
7 Agustus 2022 09.24.57 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Diajak Motoran Tegal-Surabaya buat Nonton Bola, Bayi 6 Bulan Meninggal Dunia
Image: Ilustrasi bayi. (Pixabay)

Jakarta - Kabar duka yang datang dari keluarga pendukung klub sepak bola Persebaya Surabaya, menjadi viral di media sosial.

Seorang bayi berusia 6 bulan meninggal dunia usai diajak motoran dari Tegal menuju Surabaya oleh orangtuanya untuk menonton laga Persebaya Surabaya vs Persita Tangerang di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, pada Senin (1/8/2022) lalu.

Hal ini disampaikan sendiri oleh ayah dari bayi tersebut lewat twit di akun @jungkangFamily. Dia mengaku nekat mengajak anaknya yang masih berusia 6 bulan demi melihat laga klub kesayangannya.

"Akhirnya saya belajar apa makna "Persebaya Sak Tekone Izrail" berkat ketololan yg terbungkus ego dan kesombongan saya. Yg nekat mengajak anak sy yg berusia 6bln untuk away dari Tegal ke Surabaya demi melihat @persebayaupdate bertanding home perdana. Semoga cukup sy saja yg tolol," tulisnya dikutip Urbanasia, Minggu.

Twit itu menuai berbagai respons netizen hingga viral dan telah disukai lebih dari 3.000 akun pada Minggu (2/8/2022). Ayah dari bayi malang itu ramai dihujat karena dianggap lalai menjaga anak sendiri. Di sisi lain, mendiang anaknya dibanjiri doa.

"Plis yang mau punya anak belajar parenting dulu, what must to do for ur baby. Gausah banyak ego, punya anak pikirin jangan nurutin kemauan sendiri," komentar seorang netizen.

"Kalo masih belum bisa utamakan keluarga dan kebaikan keluarga, jangan nikah dan jangan punya anak ya mas," komentar netizen lain.

Adapun dalam twit lain, ayah dari bayi 6 bulan itu bercerita bahwa ia sekeluarga mengandalkan sepeda motor untuk berangkat dari Tegal ke Surabaya.

"Awal kami sekeluarga motoran dgn penuh antusias menyambut laga home perdana, budhal dari Tegal jam 17.38wib hari Sabtu, smpe Surabaya jam 07.15wib hari Minggu," tulisnya.

Anaknya yang berusia 6 bulan sempat mengalami batuk-batuk dan sesak nafas setelah perjalanan.

Ia pun membawa buah hatinya ke RS Marinir Ewa Pangalila, lalu dirujuk ke RSAL Surabaya karena fasilitas yang kurang memadai.

"Di sini awal malapetaka, karena mengeluarkan ambulance itu susah meski judulnya kami pasien rujukan. Akhirnya kami bawa sendiri dgn motor kena lampu merah di depan DTC Wonokromo dan kepalang sempur lewat di wonokromo juga," tulisnya.

"Hingga akhirnya sudah terlalu lemah dan tak tertolong, meski dokter di RSAL sudah berusaha maksimal," tuturnya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait