Surabaya - Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim meluncurkan buku berjudul 'Jati Diriku', Sabtu (21/11/2020). Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wahid Wahyudi mengatakan, buku ini hadir dari berbagai kekhawatiran yang terjadi selama pendidikan jarak jauh di tengah pandemi COVID-19. 

"Dikhawatirkan oleh pak menteri pendidikan, bila sekolah tatap muka ini tidak segera dilaksanakan maka dikhawatirkan ada tekanan psikososial, baik bagi siswa maupun orang tua siswa," kata Wahid di Surabaya, Sabtu (21/11/2020).

Misalnya, kata Wahid, kasus orang tua di Kalimantan yang memukul anaknya karena diduga jenuh mendampingi pembelajaran di rumah. Bahkan siswa di Jember ada yang menggunting rambut sendiri karena diduga stress selama belajar di rumah.

"Itu adalah contoh-contoh bahwa memang sudah terjadi tekanan psikososial. Oleh karena itu Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menerbitkan buku yang berjudul Jati Diriku dan hari ini semua guru BK secara bertahap kami kumpulkan, kami sosialisasikan yang buku berisi pendidikan-pendidikan karakter yang ada di buku Jati Diriku ini," jelasnya.

Wahid menjelaskan bahwa sebelumnya buku ini berjudul 'Mimpiku'. Namun judul itu kemudian diubah menjadi 'Jati Diriku' berdasarkan saran yang diberikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

"Jadi buku Jati Diriku ini berisi tentang SOP pendidikan karakter, baik itu karakter religius, nasionalisme, kemandirian, gotong-royong, dan karakter integritas. Semua ada di buku Jati Diriku," imbuhnya.

Wahid berharap buku ini nantinya bisa menjadi referensi untuk pendidikan karakter bagi siswa-siswi, khususnya di Jawa Timur.

 

Komentar
paper plane