Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URsport

Ditanya soal Pensiun, Greysia Polii: Masih Ada Tugas Negara yang Harus Diselesaikan

Nivita Saldyni,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Ditanya soal Pensiun, Greysia Polii: Masih Ada Tugas Negara yang Harus Diselesaikan
Image: Greysia Polii. Sumber: Instagram @greyspolii

Jakarta – Sering dapat pertanyaan soal kapan dirinya pensiun, atlet bulu tangkis ganda putri Greysia Polii ungkap alasannya masih bertahan lewat podcast terbaru Deddy Corbuzier, Kamis (23/9/2021). Dalam kesempatan itu, atlet berusia 34 tahun itu mengaku masih belum akan pensiun dalam waktu dekat.

“Saya masih ada kontrak dan itu yang saya harus selesaikan dulu. Di samping ada kontrak, ada tanggung jawab,” kata Greysia seperti dikutip Urbanasia pada Kamis (23/9/2021).

Ia pun mengatakan bahwa sebenarnya sejak kemenangannya dalam Olimpiade Tokyo 2020 lalu banyak yang mengatakan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk pensiun. Namun dengan berbagai pertimbangan, ia memutuskan untuk bertahan hingga beberapa tanggung jawab itu terselesaikan.

“Kemarin tuh banyak orang bilang juga ‘wah ini saat yang tepat untuk pensiun karena namanya lagi di atas’. Terus saya juga berpikir, saya juga bilang sama suami saya, saya bilang kalau misalnya saya berhenti sekarang saya bisa aja,” ungkap Greysia.

“Tapi masih ada tugas-tugas yang lain, ada pertandingan kaya Sudirman, Thomas Uber Cup, ada kejuaraan dunia, ada lagi nanti mungkin All England. Nah itu nanti hal-hal yang kalau saya berhenti sekarang, saya mungkin nanti dibilang egois,” imbuhnya.

Selain itu, ia pun memikirkan soal pasangannya, Apriyani Rahayu. Sebab menurutnya mencari pasangan dalam bulu tangkis bukanlah perkara yang mudah.

“Buat saya pribadi gak ada masalah. Age doesn’t matter lah. Umur itu bukan tidak jadi masalah asal kita bisa jaga badan. Tapi yang lebih saya pikirkan adalah tanggung jawab dulu karena masih ada tugas negara yang lain yang masih harus saya selesaikan dulu,” pungkasnya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait