Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

DPR Anggarkan Belanja: Vitamin Rp 2 M, Fasilitas Kesehatan Rp 5,5 M

Alwin Jalliyani,
sekitar 2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
DPR Anggarkan Belanja: Vitamin Rp 2 M, Fasilitas Kesehatan Rp 5,5 M
Image: Ilustrasi - Rapat paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/5/2021). (Dok. Antara)

Jakarta - Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2 miliar untuk pengadaan multivitamin yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) periode 2021.

Berdasarkan laman LPSE DPR, tender dengan nama ‘Pengadaan Multivitamin’ dibuat pada 16 Juli 2021. Sistem yang digunakan yaitu tender cepat harga terendah sistem gugur.

“Nilai Pagu Paket Rp 2.096.080.000,” tulis laman tersebut, dikutip Urbanasia, Rabu (1/9/2021). 

Sedangkan Nilai Harga Perkiraan (HPS) paket disebutkan senilai Rp 2.074.950.955,00.

Saat ini, tender yang diikuti oleh 18 peserta telah selesai dilakukan. Peserta tender diharuskan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) kecil dan memiliki izin usaha dan pengalaman di sektor perdagangan besar farmasi.

Bukan hanya itu, peserta juga harus memiliki pengalaman pekerjaan sejenis paling sedikit tiga kali, dengan nilai kontrak minimal Rp 150.000.000,00 setiap transaksi.

Pemenang tender jatuh kepada PT Chemipharma Julien Djonelida dengan harga penawaran Rp 1.733.655.000,00 atau selisih Rp 365.425.000,00 dari batas maksimal anggaran.

Dalam laman tersebut, terlihat alokasi belanja lain yang diajukan Sekretariat Jenderal DPR dengan nama ‘Pengadaan Perangkat Penunjang Kesehatan’ atau fasilitas kesehatan pada 25 Agustus 2021. Dana APBN yang dialokasikan sekitar Rp 5,5 miliar.

“Nilai Pagu Paket Rp 5.492.719.525,” terang laman LPSE DPR.

Kemudian, besaran HPS yang dianggarkan sebesar Rp 5.485.829.800. Metode tender yang diterapkan sama seperti pengadaan multivitamin.

Proses tender yang diikuti 22 peserta masih berjalan dan sudah memasuki tahap pengumuman pascakualifikasi.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait