menu
user
URnews

Duh, BWF Dapat Ancaman Pembunuhan Lewat Akun Instagram

Rezki Maulana,
25 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Duh, BWF Dapat Ancaman Pembunuhan Lewat Akun Instagram
Image: Ilustrasi BWF. (Instagram @bwf.official)

Jakarta - Serangan kepada Federasi Bulutangkis Dunia atau Badminton World Federation (BWF) belum berhenti atas dicoretnya Indonesia dari All England 2021. Ancaman pembunuhan mampir ke akun media sosial Instagram BWF.

BWF dianggap jadi biang keladi mundurnya Indonesia dari All England 2021, karena sepesawat dengan orang yang diduga positif COVID-19. BWF tak punya kekuatan untuk meminta Pemerintah Inggris melonggarkan aturan karantina 10 hari.

Apalagi BWF harusnya bisa meminta Indonesia untuk datang lebih awal jika tahu Inggris punya aturan demikian. Serangan keras dilancarkan kepada BWF yang diminta bertanggung jawab atas kejadian yang merugikan Indonesia.

BWF melalui Presiden Pol Erik sudah melayangkan permintaan maaf kepada seluruh elemen di Indonesia mulai dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga masyarakat pecinta bulutangkis.

Sayangnya permintaan maaf BWF tidak meredakan emosi masyarakat Indonesia. Melalui akun Instagramnya, BWF mengunggah ancaman pembunuhan dari salah satu akun yang tidak diketahui asal usulnya.

"Sebagai orang Indonesia kami ingin Anda membuat video maaf tentang insiden tersebut. Jika tidak saya berjanji akan membunuh sebagian dari Anda," salah satu pesan akun yang mengancam BWF tersebut.

"Dengar, kami akan membunuh semua anggotamu, mungkin dimulai dari salah satu pimpinan, setelah itu baru yang lain."

Atas unggahan itu, BWF juga menuliskan kata-kata, "Ini tidak bagus ya."

Ancaman itu lantas menjadi viral dan Indonesia melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) meminta netizen tidak berlebihan merespons kejadian tersebut.

Sebab BWF pun sudah meminta maaf sehingga seharusnya masalah ini bisa cepat dilupakan. Apalagi Indonesia masih akan berlaga di ajang-ajang internasional, sehingga insiden ini dikhawatirkan bisa berdampak buruk.

"Kalau dari konten bahasanya bisa dipastikan bukan orang asing, tapi kalau kemudian siapa yang mengirim pesan itu, kami mengimbau kepada netizen marah boleh tapi jangan berlebihan," kata Gatot dalam keterangannya Selasa (23/3/2021).

"Kami anggap permohonan maaf ini sudah cukuplah bagi kami di pemerintah. Apalagi sudah minta maaf kepada Presiden RI, Menpora, Menlu, Duta Besar RI, dan suratnya itu sudah to the poin minta maaf, dan berjanji akan jadi pelajaran serius," sambungnya.

"Mereka juga mengakui bahwa Indonesia punya sejarah panjang dengan bulutangkis. Jangan menimbulkan kehebohan lain karena ini kami anggap sudah selesai."

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait