menu
user
URsport

Presiden BWF Minta Maaf ke Jokowi dan Rakyat Indonesia soal All England

Anisa Kurniasih,
25 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Presiden BWF Minta Maaf ke Jokowi dan Rakyat Indonesia soal All England
Image: 8 pebulutangkis yang diskors BWF. (Ilustrasi - Huzaifa Niazi/Pixabay)

Jakarta - Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) akhirnya meminta maaf kepada Presiden republik Indonesia Joko Widodo atas keputusan walkover yang harus diterima tim Indonesia di All England 2021.

Permintaan maaf tersebut dilayangkan dalam surat resmi yang ditandatangani langsung Presiden BWF Poul Erik Hoyer Larsen per tanggal Minggu (21/3/2021).

Dalam surat tersebut, Poul juga menuliskan permintaan maafnya untuk para pemain dan juga masyarakat Indonesia khususnya komunitas dan basis suporter bulutangkis Indonesia yang lebih luas.

“Saya dengan tulus meminta maaf atas segala kesusahan dan frustasi kepada para pemain dan tim Indonesia. Atas nama seluruh keluarga besar BWF, saya ingin berbagi perasaan ini dengan yang terhormat Presiden RI Bapak Joko Widodo, Menteri Olahraga, Menteri Luar Negeri, Duta Besar untuk Kerajaan Inggris, Pemerintah, Presiden dan pengurus PBSI, masyarakat Indonesia, dan khususnya komunitas dan basis suporter bulutangkis Indonesia yang lebih luas," tulis Poul Erik dalam surat tersebut.

BWF menyadari, Indonesia merupakan salah satu raksasa dunia bulutangkis dengan bintang badminton kelas dunia dan para pemain handal sebagai ikon nasional yang membawa harapan besar bagi negaranya di kancah internasional.

Poul Erik menceritakan hubungan yang hangat dengan tim Indonesia ketika masih memperkuat timnas Denmark. Ia juga hadir dan mengaku bangga melihat Indonesia sukses menggelar Asian Games 2018.

"Sebagai presiden BWF, saya ingin memberitahu Anda bahwa kami telah mengambil insiden ini sebagai pelajaran serius dari situasi baru COVID-19, dan kami akan berusaha melakukan perbaikan,” sambungnya.

"Ke depan kami percaya hubungan jangka panjang antara Indonesia dan BWF akan tetap harmonis dan semakin kuat di masa depan," kata Poul Erik.

Seperti diketahui, Tim Indonesia dipaksa mundur dari All England 2021 karena protokol kesehatan setempat. Otoritas kesehatan Inggris (NHS) menemukan Tim Indonesia satu pesawat dengan orang yang terpapar COVID-19 dalam perjalanan ke Birmingham.

Akibatnya, kemenangan Jonathan Christie, Kevin Sanjaya/Marcus Gideon, dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang dipetik di babak pertama menjadi sia-sia. Sementara empat wakil lain, termasuk juara bertahan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, belum bertanding.

Sesuai peraturan, rombongan Indonesia semestinya harus menjalani karantina mandiri di Inggris selama 10 hari sejak kedatangan pada 13 Maret. Namun, berkat diplomasi Duta Besar Desra Percaya, tim bisa pulang 21 Maret.

Sayangnya, keputusan tersebut menimbulkan berbagai polemik dan kekecewaan dari seluruh skuad bulu tangkis Indonesia. Bahkan, kasus tersebut telah mendapat sorotan dari seluruh masyarakat Indonesia,termasuk Presiden RI, Joko Widodo.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait