menu
user

Malang - Sebagai upaya menjembatani antara akademisi, pemerintah dan swasta, Universitas Brawijaya (UB) merilis platform Brawijaya Research and Innovation (BRAIN).

Sekadar diketahui, BRAIN merupakan platform yang berfungsi menghimpun seluruh data riset dan inovasi khusus milik mahasiswa, dosen maupun alumni. 

BRAIN digagas oleh empat sivitas UB, mereka adalah Ghany Abdillah Ersa dan Fawwaz Daffa Muhammad yang menjadi mahasiswa di Fakultas Ilmu Komputer yang berkolaborasi dengan Moh. Bagus Fahmi dan Imron Mashuri yang merupakan alumni Fakultas Teknik dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. 

Keempat pemuda ini kemudian didukung oleh jajaran direksi Badan Inovasi dan Inkubator Wirausaha Universitas Brawijaya.

Menurut pendamping Start Up BIIW UB, Moh Bagus Fahmi, sumber data BRAIN bisa dimasukkan sejak dalam perencanaan. 

“Inventor dapat mengisi produknya langsung di web inovasi.ub.ac.id," katanya.

Melalui BRAIN, inventor nantinya akan mendapat beberapa manfaat, seperti jejaring koneksi, penjenamaan produk, bentuk kontribusi kampus pada masyarakat dan pendampingan. 

Produk yang terdaftar akan dikategorikan ke dalam delapan kelompok, sesuai pembagan kategori program startup inovasi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Untuk dapat mengisi konten, inovator dapat langsung mendaftarkan diri menggunakan e-mail UB dan mengisi form yang telah disiapkan, dan dapat dilanjutkan untum mendaftarkan produknya.

Website BRAIN juga dilengkapi panduan yang dapat diakses oleh inventor untuk memudahkan pengisian. Dalam BRAIN, produk yang ditampilkan akan dilengkapi dengan deskripsi masing. 

Selain itu, juga ada pengembangan produk. Pengguna produk juga dapat memberikan ulasan yang akan tampil di halaman produk tersebut. Sejak pertama kali diluncurkan, tercatat telah ada 39 produk riset dan inovasi yang tampil di situs BRAIN. 

“Saat ini, pengisi konten masih didominasi oleh binaan Badan Inkubator Wirausaha. Dari 39 produk, 7 produk di antaranya merupakan alumni. Mentoring akan difasilitasi jika telah terdaftar sebagai tenant di BIIW”, terangnya. 

Untuk memudahkan koneksi, BRAIN dilengkapi fitur chat dengan inovator sehingga bisa berdiskusi lebih lanjut. Dengan hadirnya BRAIN, diharapkan dapat memudahkan proses hilirisasi beragam temuan yang diharapkan dapat memberikan dampak sosial positif pada masyarakat. 

Komentar
paper plane