menu
user
URtech

Ekspansi ke Malaysia, Jet Commerce Perkuat Jaringan Internasional

Afid Ahman,
10 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Ekspansi ke Malaysia, Jet Commerce Perkuat Jaringan Internasional
Image: Jet Commerce ekspansi ke Malaysia/Jet Commerce

Jakarta - Perusahaan e-commerce enabler Jet Commerce secara resmi mengumumkan ekspansinya ke Malaysia. 

Ini menandai kali kelimanya perusahaan asal Indonesia Itu melakukan ekspansi internasional setelah pada tahun - tahun sebelumnya mengembangkan sayapnya ke Thailand, Vietnam, Filipina, dan Cina. 

Ekspansi ini bertujuan memperkuat jaringan internasional di Asia dan sebagai bentuk dukungan Jet Commerce kepada brand yang memiliki permintaan di pasar Malaysia.

Founder dan CEO Jet Commerce, Oliver Yang, menyampaikan bahwa Malaysia merupakan pasar yang penting bagi pertumbuhan bisnis Jet Commerce, mengingat industri e-commerce di sana tengah berkembang pesat sebagaimana perkembangan industri e-commerce di Indonesia dan di berbagai negara Asia Tenggara lainnya.

“Memiliki presence di Malaysia merupakan hal yang penting dalam upaya kami memperkuat jaringan internasional kami di Asia, agar dapat menjawab kebutuhan para mitra kami yang ingin melakukan ekspansi ke pasar - pasar e-commerce internasional, termasuk ke Malaysia,” ujar Oliver.

Sebagai salah satu negara dengan tingkat penetrasi internet tertinggi di Asia Tenggara, yakni 82.3%, laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate) industri e-commerce Malaysia dinilai cukup menjanjikan dengan peningkatan yang diprediksi mencapai 17% dari 2020 hingga 2023, menurut laporan terbaru dari perusahaan finansial global ternama JP Morgan.

Pascapandemi, pihak pemerintah setempat bahkan dikabarkan akan memprioritaskan perkembangan industri ini sebagai bagian dari rencana pemulihan ekonomi nasional, dengan menggelontorkan investasi sebesar US$ 33 juta atau kisaran Rp 480 miliar.

Kondisi ini dinilai akan menarik berbagai brand global untuk masuk dan turut menggarap pasar e-commerce Malaysia. Namun, menurut Oliver, untuk brand dapat memenangkan pasar e-commerce tidak cukup dengan hanya membangun presence melalui pembukaan Official Store di marketplace. 

Banyak hal yang harus brand investasikan dengan serius dan persiapkan dengan matang, mulai dari strategi, marketing, hingga operasional, yang tentunya harus mengacu pada data kondisi pasar e-commerce di negara tersebut.

“Dalam hal ini, kami memanfaatkan talenta lokal di setiap negara di mana kami hadir, karena selain agar memudahkan komunikasi dengan mitra kami di berbagai negara yang mayoritas merupakan penduduk lokal, kami menilai talenta lokal lebih memahami kebutuhan pasar lokal dan juga menguasai budaya lokal, termasuk bagaimana pola berbelanja online konsumen di sana,” ungkap Oliver.

Untuk menangkap peluang industri e-commerce Malaysia, Jet Commerce telah mempersiapkan pondasi awal bisnisnya di Malaysia sejak akhir tahun 2019 guna memuluskan rencana ekspansinya ke negara tersebut. Dengan jangka waktu persiapan yang singkat, kini Jet Commerce Malaysia yang berlokasi di Kuala Lumpur telah secara aktif melakukan rekrutmen karyawan untuk membentuk enam departemen di dalamnya, yakni departemen Operations, Account, Designer, Marketing, Customer Service, dan Human Resource.

Kemudian sejak tahun lalu, Jet Commerce Malaysia berfokus untuk menjalin kemitraan dengan berbagai platform e-commerce di Malaysia, seperti Akulaku Malaysia, Shopee Malaysia, dan Lazada Malaysia. 

Untuk membantu performa bisnis e-commerce, beberapa mitra brand telah mulai menjajaki kerja sama dengan Jet Commerce Malaysia, seperti brand gadget Oppo, brand home living Bialetti, brand elektronik Paperang, dan brand kosmetik dan kecantikan Y.O.U.

Hingga akhir 2020, Jet Commerce Malaysia telah mencatatkan total penjualan sebanyak lebih dari 26 ribu pesanan untuk produk - produk mitra brandnya, dengan nilai transaksi mencapai lebih dari US$ 16 juta atau kisaran Rp 232,8 miliar.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait