Buku Bajakannya Dibeli, Tere Liye: Kalian Dungu Sekali

Jakarta - Pembajakan masih jadi masalah besar di Indonesia. Karya apapun mulai dari film sampai buku jadi sasaran pembajakan.
Hal itu rupanya juga ini dialami oleh penulis ternama Tere Liye. Sang penulis mengingatkan agar pembaca di Indonesia tidak men-support pembajak.
Sayang imbauannya itu menjadi sorotan netizen hingga jadi trending topic siang ini (25/4/2021).
Pasalnya kata-kata yang digunakan Tere dinilai terlalu kasar. Hal itu terungkap dari postingan yang diunggah akun Twitter @harisFQ.
Sumber: Pesan Tere Liye soal pembajakan buku. (Tangkapan layar Twitter @harisFQ)
“Buku Tere Liye yang dijual di Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Lazada, dll dengan harga Rp20 ribu s/d Rp 30 ribu, nyaris 100% bisa dipastikan bajakan,” bunyi pesan Tere Liye.
"Kalian dungu sekali kalau sampai membelinya. Kalian membuat kaya penjual buku bajakan. Jika kalian tidak punya uang, PINJAM bukunya ke teman, perpus, dll. Atau baca di ipusnas (aplikasi online Perpustakaan Indonesia) GRATIS. Jangan malah mensupport tukang bajak,” lanjut pesan tersebut.
"Paham dimana gobloknya kalian? Ada yang gratis, eh malah beli bajakan. Buku bajakan itu sepeser pun tidak bayar pajak, royalti, dll. *Tere Liye,” bunyi paragraf terakhir.
Pemilik akun @harisFQ yang mengunggah pesan Tere menilai penulis 42 itu arogan saat menasihati pembaca agar tidak membeli buku bajakan.
"Masalahnya, Bung Tere, audiens buku anda itu mayoritas anak smp dan sma yang belom engeuh sama isu pembajakan buku. Baik itu buku fisik maupun ebook. Sekarang mereka yg polos itu anda dungu dan goblokkan, makin nampaklah arogansi anda Bung Tere," tulis pemilik akun @harisFQ.
Penulis akun memaklumi sang penulis yang lelah mengedukasi pembaca untuk tidak membeli buku bajakan.
"Saya tau anda lelah dgn isu ini, tapi alih-alih mengedukasi dgn baik, anda malah memilih menggunakan kata kasar...Kalau anda lelah menghadapi isu pembajakan, berhenti saja menulis, mgkin jualan kopi susi akan lebih laku. Karena pembajakan buku ini perjuangan di jalan panjang," lanjutnya.
Melihat postingan soal pendapat Tere Liye, netizen pun pro kontra. Ada yang setuju dengan akun @harisFQ dan menilai Tere terlalu kasar, namun ada juga yang setuju dengan apa yang disampaikan Tere meski kata-katanya kasar.
"I never expected Tere Liye would ngegoblok-goblokin pembacanya... I understand that he is pissed off by people like that, but I think he can be more wise to choose his diction... apalagi he is a public figure and a writer," komentar seorang netizen.
"Well Tere Liye’s choice of words are wrong, but his points are still right tho. Don’t buy anything bajakan," komentar yang lainnya.
"Tere liye, you can do better. Find better words," komentar netizen lain.
"Jadi mas nya gk mau mengedukasi anak smp dan sma yang beli buku bajakan? Fokusnya malah ke kata kasarnya. lagian itu jadi pukulan keras buat mereka kalo dibiarin yaa nanti kebawa sampe dewasa, Keknya lu aja yg emg ada dendam ke tereliye PENGEN DEBUT YAAAAA????," komentar yang pro dengan Tere.
"SMP dan SMA nggak ngeh soal pembajakan bukuFace with tears of joyFace with tears of joyFace with tears of joy wokelah kalau mau bilang anak SMP masih polos, lah ini SMA wkwkwkwk bercanda lu ya, anak SMA yang nggak paham soal isu pembajakan jelas dungu dan goblok lah," komentar lain yang juga pro dengan Tere Liye.
