Fakta-fakta Bentrokan Massa Pemuda Pancasila dan GMBI di Kebumen

Jakarta - Bentrokan pecah antara massa ormas Pemuda Pancasila (PP) dan LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) di Kebumen, Jawa Tengah, Senin (23/8/2021).
Berikut beberapa fakta bentrokan yang terjadi di markas LSM GMBI di Jl Yosudarso, Desa Wero, Gombong.
1. Kronologi Bentrokan
Bentrokan berawal sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu pengurus dan anggota GMBI berkumpul untuk melaksanakan audiensi ke Polres Purworejo. Tiba-tiba sekitar 50 anggota Pemuda Pancasila lewat depan sekretariat sambil teriak-teriak.
Rombongan ormas PP Kebumen datang kembali sekitar pukul 12.15 WIB dengan masa yang lebih banyak, sekitar 100 orang. Mereka langsung melakukan penyerangan dan merusak Markas Sekretariat LSM GMBI Kebumen dengan menggunakan senjata tajam, kayu, batu, dan pentungan besi.
2. Kerusakan pasca bentrokan
Tidak ada korban jiwa dalam bentrokan tersebut. Namun ada 5 unit mobil di depan markas GMBI yang menjadi sasaran massa. Alhasil, bodi mobil penyok dan kacanya pecah akibat kericuhan yang terjadi. Lima unit mobil yang dirusak telah dievakuasi dan diamankan di Mapolres Kebumen.
3. Polisi amankan 88 anggota Pemuda Pancasila
Tak lama setelah kejadian, polisi langsung mengamankan 80 orang anggota Pemuda Pancasila ke Mapolres Kebumen. Dari hasil penyelidikan awal diketahui, bentrokan bermula saat Pemuda Pancasila terlibat konflik dengan seseorang hingga terjadi saling pukul. Kemudian GMBI menawarkan untuk menjadi pendampingan hukum orang tersebut.
Namun hingga kini, polisi belum menetapkan tersangka dalam penyerangan markas GMBI tersebut. Oknum anggota PP yang ditangkap masih diperiksa secara intensif di Mapolres Kebumen.