Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Fenomena Aphelion, saat Bumi Berada di Titik Terjauh dari Matahari

Alwin Jalliyani,
5 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Fenomena Aphelion, saat Bumi Berada di Titik Terjauh dari Matahari
Image: Ilustrasi fenomena Aphelion. (Freepik/Freepik)

Jakarta - Fenomena Aphelion pada hari ini, Selasa (6/7/2021) tepatnya pukul 05.27 WIB. Aphelion merupakan peristiwa astronomi saat Bumi berada di titik paling jauh dari matahari. Nah, jarak terdekat bumi ke matahari sebelumnya terjadi pada tanggal 2 Januari 2021 yakni 147.093.163 kilometer (km). Namun hari ini, bumi berada sejauh 152.100.527 km dari matahari.

Fenomena Aphelion diambil dari kata Apo dalam bahasa Yunani yang berarti jauh. Sesuai namanya, peristiwa ini disebabkan karena bumi berada di Aphelion, titik terjauhnya dari matahari. 

Peristiwa penting tata surya ini memang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang di langit. Nah, dampak yang dirasakan ialah belahan bumi bagian utara akan mengalami suhu lebih panas. Namun, Indonesia tidak akan terpengaruh Aphelion karena berada di bumi bagian selatan.

“Secara umum, tidak ada dampak yang signifikan pada Bumi,” cuit akun resmi Lapan, dikutip Selasa (6/7/2021).

Netizen pun melakukan cocokologi Aphelion sebagai penyebab suhu dingin pada pagi hari ini. Melansir dari laman Edukasi Sains Antariksa, suhu dingin disebabkan oleh angin selatan yang bertiup dari arah Australia yang sedang menjalani musim dingin. Hal ini lumrah terjadi pada musim kemarau di Indonesia.

Umumnya, bumi berada di titik terjauh dari matahari setiap awal Juli. Sedangkan titik terdekat bumi dari matahari atau Perihelion terjadi awal Januari. Jarak antara bumi dan matahari mempengaruhi durasi musim di bumi.

Berdasarkan hukum Keppler yang menyatakan planet bergerak lebih cepat ketika dekat ke matahari, bisa disimpulkan bahwa saat ini bumi bergerak lebih lambat, sehingga mengakibatkan musim panas lebih panjang dibanding musim dingin di belahan utara bumi.

Menurut NASA yang dilansir dari Forbes, orbit bumi lebih mendekati oval dibanding lingkaran. Sehingga ada saatnya bumi lebih dekat atau lebih jauh dari matahari. Namun, perbedaan jarak titik terdekat dan titik terjauh hanya tiga persen. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait