Hot News

Surabaya - Hampir seluruh sektor terdampak akibat mewabahnya virus corona, termasuk sektor pariwisata. Untuk membantu sektor pariwisata bangkit di tengah pandemi, dua mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menggagas sebuah konsep Virtual Reality (VR) Tourism.

Mereka adalah Josua Hasiholan Munthe dari Departemen Manajemen Bisnis dan Muhammad Irvansyah dari Departemen Teknik Kimia Industri. Keduanya menyebut timnya dengan nama Future Boss Team.

Meski belum terealisasi, ide keduanya telah berhasil meraih juara 2 pada Kompetisi Mahasiswa Nasional Bidang Ilmu Bisnis Manajemen dan Keuangan (KBMK) 2020, pada Bidang Penulisan Essay Ilmiah loh.

Josua Hasiholan Munthe, Ketua Future Boss Team mengatakan ide tersebut muncul ketika ia dan rekannya melihat adanya penurunan pada perekonomian Indonesia di bidang pariwisata akibat pandemi COVID-19.

“Oleh karena itu, kami mengusulkan skenario baru melalui VR tourism dengan fokus utama adalah pengembangan wisata bersejarah yang berada di Surabaya,” kata Josua.

Sementara menurut rekannya, Muhammad Irvansyah, konsep yang mereka kembangkan ini adalah cara aman, sehat, dan hemat biaya bagi masyarakat yang ingin berwisata di masa pandemi. Apalagi saat ini pemerintah masih menyarankan kita untuk berkegiatan di rumah selama kondisi masih belum membaik.

“Jadi ini untuk mendongkrak perekonomian di sektor pariwisata dan membantu tingkat psikologi orang-orang yang suka berwisata sejarah di Surabaya,” jelas Irvan.

Lewat poster yang digunakan dalam perlombaan, keduanya berencana menggandeng berbagai perusahaan dan/atau travel influencer untuk menarik minat masyarakat. Nantinya, penggunaan konsep rencananya akan menggunakan teknologi VR.

1602757342-poster-VR-Tourism-ITS.jpegPoster ilmiah skenario Virtual Reality Tourism yang digagas oleh Future Boss Team. (Humas ITS)

Ivan berharap gagasan keduanya ini bisa menjadi usulan kepada pemerintah setempat untuk mengimplementasikan sistem ini di dunia pariwisata yang ada di Kota Surabaya. Sebab menurutnya, peluang yang diberikan dari penerapan konsep ini akan sangat membantu mereka yang bekerja di sektor pariwisata.

“Yang pasti mereka (pelaku usaha pariwisata) sudah berusaha untuk berinovasi pada sektor tersebut agar perekonomian Indonesia bisa membaik lagi,” tutupnya.

Nah untuk Urbanasia ketahui, KBMK sendiri adalah kompetisi yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Kompetisi ini memperlombakan enam kategori, termasuk penulisan ilmiah.

Nah, esai kedua mahasiswa ITS ini jadi salah satu dari lima essay terbaik secara nasional. Essay ini bahkan membawa keduanya berhasil menjadi juara 2, loh.

Komentar

Loading ..