URguide

6 Pelajaran tentang Kematian, Apa Saja?

Alfian Muntahanatul Ulya, Selasa, 11 Oktober 2022 11.13 | Waktu baca 4 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
6 Pelajaran tentang Kematian, Apa Saja?
Image: Ilustrasi Mendekati Ajal (Pexels)

Jakarta - Kematian sering kali menjadi momok menakutkan bagi sebagian besar orang. Selain takut ditinggal dan meninggalkan, perjalanan spiritual yang dilalui menjelang maupun setelah ajal sering digambarkan dengan kengerian.

Malaikat maut yang bertugas mencabut nyawa seseorang juga dipersonifikasikan sebagai sosok yang menyeramkan, memakai jubah hitam, serta membawa sabit besar.

Namun seiringnya perkembangan ilmu pengetahuan modern, personifikasi kematian kini digambarkan lebih realistis melalui pola kompleks pada proses biologis dan fisik yang menjadi jarak antara hidup dan mati.

Berikut ini ulasan beberapa hal baru yang bisa kamu pelajari tentang kematian.

1. Kamu Sadar Sedang Sekarat

Banyak dari kita membayangkan kematian akan terjadi seperti tidur terlelap ke alam bawah sadar. Kepalamu menjadi berat, mata perlahan menutup, menghembuskan napas terakhir, lalu... mati. Sayang sekali, karena mungkin prosesnya nggak secepat dan semudah itu.

Direktur penelitian perawatan kritis dan resusitasi di NYU Langone Medical Center, Dr. Sam Parnia meneliti kematian dan mengusulkan kita tetap tersadar saat kita mati. 

Hal ini disebabkan oleh gelombang otak yang menembak di korteks serebral, yakni bagian otak yang sadar dan masih bisa berpikir selama kira-kira 20 detik setelah kematian klinis.

Studi ini dilakukan pada tikus laboratorium, dan hasilnya menunjukkan otak mereka melonjak dengan aktivitas sesaat setelah kematian. Otak mereka memberikan instruksi untuk siap siaga dan waspada. 

Jika keadaan tersebut terjadi pada manusia, ini bisa menjadi bukti kemampuan otak manusia untuk mempertahankan kesadaran sesaat setelah dinyatakan meninggal secara medis. 

2. Kematian Bukanlah Akhir 

Banyak yang mengira akan ada kehidupan lagi setelah kematian, tapi sains nggak berkata demikian. Ilmu pengetahuan ini belum menemukan bukti kehidupan setelah kematian. 

Sebuah studi yang diterbitkan di Royal Society's Open Biology meneliti tentang ekspresi gen pada tikus mati dan ikan zebra. Para peneliti tidak yakin apakah ekspresi gen kedua hewan itu berkurang secara bertahap atau berhenti sama sekali. 

Hasilnya cukup mengejutkan. Lebih dari seribu gen justru menjadi lebih aktif setelah kematian. Dalam beberapa kasus, ekspresi ini bertahan hingga empat hari.

"Kami tidak mengantisipasi itu. Dapatkah Anda bayangkan, 24 jam setelah waktu kematian, Anda mengambil sampel dan transkrip gen sebenarnya meningkat dalam jumlah banyak? Itu adalah kejutan," kata penulis studi, Peter Noble di University of Washington.

Ekspresi yang dimaksud, ditunjukkan sebagai respons stres dan kekebalan, serta gen perkembangan. Noble menuturkan jika tubuh memiliki proses pemutusan yang bertahap. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait