Hot News
URnews

Hajatan Diizinkan, Pemkab Lamongan Gelar Simulasi Pernikahan New Normal

Nivita Saldyni,
21 Juli 2020
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Hajatan Diizinkan, Pemkab Lamongan Gelar Simulasi Pernikahan New Normal
Image: Bupati Lamongan H. Fadeli (kiri) menghadiri simulasi pernikahan "new normal" di Sport Center Lamongan (SCL), Selasa (21/7/2020). (Humas Pemkab Lamongan)

Lamongan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan kembali mengizinkan sejumlah kegiatan hajatan seperti pernikahan untuk diselenggarakan. Namun di masa pandemi ini, ada sejumlah protokol kesehatan yang harus dipatuhi penyelenggara nih guys.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Lamongan, H. Fadeli saat menghadiri simulasi pernikahan dalam tatanan new normal di Sport Center Lamongan (SCL), Selasa (21/7/2020).

"Saya memahami harapan-harapan perias, pengusaha katering dan vendor-vendor lain yang terdampak dengan adanya pandemi ini. Dari sini (simulasi) dapat dijadikan contoh pelaksaan pernikahan dengan mengadaptasi kebiasaan new normal dengan mentaati protokol kesehatan yang ketat," kata Fadeli lewat keterangan resminya di Lamongan, Selasa (21/7/2020).

Dalam simulasi pernikahan lengkap, mulai dari akad nikah, resepsi, hingga sesi foto dan makan bersama itu, Fadeli berpesan agar protokol kesehatan yang telah disepakati bisa dijalankan dengan baik.

Apalagi saat ini Lamongan masih beradaptasi dengan kebiasaan baru dan kasus COVID-19 di wilayah setempat tengah mengalami tren penurunan.

"Jangan sampai Lamongan yang masih menuju new normal dan tengah mengalami tren penurunan penularan COVID-19 ini akan muncul klaster-klaster baru akibat acara pernikahan," tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Lamongan AKBP Harun yang turut hadir menambahkan bahwa simulasi ini digelar sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

"Sesuai dengan Perpres tentang penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional, recovery dari pandemi ini memakan waktu sehingga kita harus tetap merencanakan agar program-program penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi ini berjalan secara beriringan," kata Harun.

Letkol Inf Sidik Wiyono, Dandim 0812/Lamongan pun mengingatakan ada teknis pengaturan kerumunan undangan yang harus diperhatikan. Untuk itu, ia meminta ada pengaturan jam kunjungan di masing-masing undangan. Ia pun meminta agar MC tak bosan mengingatkan tamu yang hadir agar tak berkerumun 

"Mungkin hal ini tidak sopan di waktu normal. Tapi dalam masa pandemi, hal itu harus dilakukan," katanya dia.

Nah selain menjaga jarak, tamu yang hadir harus dicek suhu dan mencuci tangan sebelum masuk ke area pernikahan. Setiap orang yang hadir juga wajib mengenakan masker selama acara berlangsung.

Pembatasan jumlah tamu yang hadir juga termasuk dalam protokol kesehatan pernikahan dalam tatanan normal baru di Lamongan guys. Bahkan sesi foto dan makan juga tetap harus menjaga jarak. 


Loading ..