beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URtech

Hati-hati! Ini 5 Tanda Penipuan Online yang Harus Dikenali

Shinta Galih,
8 Januari 2022 10.50.45 | Waktu baca 3 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Hati-hati! Ini 5 Tanda Penipuan Online yang Harus Dikenali
Image: Ilustrasi menerima telepon. Sumber: Free-Photos/Pixabay

Jakarta - Tidak seorang pun baik gamer, investor cryptocurrency, atau pembelanja online yang bebas dari ancaman para scammers (penipu online). Tapi seberapa canggih skemanya, selalu ada cara untuk mengenali penipuan sebelum terlambat.

Pakar keamanan Kaspersky Roman Dedenok membagikan lima tanda umum penipuan online untuk membantumu terhindar dari bahaya.

1. Menawarkan Hadiah Menarik hingga Rasa Takut

1619056080-telepon-marah---freepik-freepic.diller.jpgSumber: Ilustrasi telepon marah. (Freepik/freepic.diller)

Scammers sering memanfaatkan perasaan kritikal dalam diri manusia seperti keserakahan atau ketakutan. Skema pertama, mereka biasanya menjanjikan calon korban hadiah luar biasa. Misalnya, tunjangan pemerintah yang besar atau cryptocurrency gratis.

Skema kedua, melibatkan intimidasi, seperti ancaman untuk mengirim video korban yang menonton film porno ke seluruh kontak atau merusak reputasi situs web perusahaan mereka.

Dalam kedua kasus tersebut, para pelaku kejahatan siber mencoba untuk memangkas kemampuan korban mereka untuk merespons secara rasional.

Jika, setelah membaca email semacam itu, kamu merasa ingin melakukan persis seperti yang diminta pengirim (mengikuti tautan, mengirim uang, menelepon nomor, dan lain-lain), itu sebenarnya adalah tanda peringatan.

Kaspersky menyarankan Anda membaca kembali pesan tersebut dengan seksama. Kemungkinan besar, kamu memang melihat sebuah pesan penipuan, maka jangan hiraukan.

2. Waktu yang Sangat Sempit

Jika situasi yang melibatkan emosi dapat menyebabkan orang kehilangan daya berpikir kritis, maka rasa 'terburu-buru' juga demikian. Scammers mengeksploitasi perasaan tersebut juga, misalnya dengan menetapkan tenggat waktu yang ketat.

Jika sebuah pesan mengatakan Anda hanya memiliki beberapa hari, jam, atau bahkan menit untuk mengklaim hadiah atau pembelian barang sebelum terjual habis, sekali lagi, itu mungkin penipuan.

3. Desain yang Amatir

1617860983-scrolling-phone---pixabay---kaboompics.jpgSumber: Ilustrasi gadget (Pixabay/kaboompics)

Kesalahan yang jelas dalam sebuah pesan adalah tanda bahaya lainnya. Beberapa mungkin menunjukkan salah eja yang disengaja atau penggantian huruf dengan nomor yang tampak serupa hingga menggunakan rekan optik dari alfabet lain untuk mengelabui filter spam.

4. Mencari Database

Ketika calon korban mengunjungi situs web penipuan dari email atau pesan obrolan, penipu biasanya mencoba menarik mereka melalui serangkaian tugas sederhana. Mereka mungkin melibatkan survei singkat atau memilih sejumlah kotak yang diduga berisi hadiah, misalnya.

Cukup sering, para penipu online ini akan memperlihatkan animasi yang diduga menunjukkan pencarian basis data (untuk status pemenang hadiah mereka, misalnya) dan meminta korban untuk mengisi formulir. Terkadang para korban juga mungkin diundang untuk membaca ulasan atau komentar (palsu) dari 'pemenang sebelumnya'.

5. Meminta Sedikit Biaya di Awal

1617860996-social-media---pixavay--vladgeorge3.jpgSumber: Ilustrasi gadget (Pixabay/vladgeorge3)

Trik favorit lainnya setelah menggaet korban adalah meminta sedikit biaya, para penipu online ini biasanya akan meminta korban untuk melakukan transfer demi keperluan verifikasi kartu atau pembayaran pendaftaran di beberapa database. Tanpa itu, penipu bersikeras, bahwa korban tidak dapat menerima hadiah yang dijanjikan.

Jumlah yang diminta biasanya cukup kecil dan tidak signifikan dan bahkan mungkin datang dengan jaminan pengembalian di kemudian hari.

Biaya ini, tentu saja adalah hal pertama yang dapat dicuri dari korban. Pada akhirnya tidak akan pernah ada hadiah, melainkan hanya kemungkinan kehilangan lebih banyak apabila korban membagikan detail kartu kredit dengan penipu.

Para pelaku kejahatan siber terus-menerus menemukan cara baru untuk memonetisasi kepercayaan dan kelemahan para pengguna.

Cukup dengan mengenali lima bendera merah (red flag) ini, kamu dapat menghindari sebagian besar skema penipuan. Kaspersky, tentu saja, akan terus membantu dan memandu tentang cara melindungi diri, data konfidensial dan uangmu dari pihak tidak bertanggung jawab.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait