Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Heboh Dokter Lois Tak Percaya Virus Corona, Dokter Tirta: STR Mati Sejak 2017

Griska Laras,
5 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Heboh Dokter Lois Tak Percaya Virus Corona, Dokter Tirta: STR Mati Sejak 2017
Image: Ilustrasi virus. (Pixabay/BlenderTimer)

Jakarta -  Sosok Dokter Lois Ouwen mendadak jadi perbincangan publik usai menyangkal keberadaan virus corona di salah satu acara televisi.

Lois mengatakan bahwa ribuan pasien meninggal saat ini bukan karena COVID-19, melainkan karena interaksi obat.

Pernyataan kontroversial itu pun memicu amarah sebagian besar tenaga kesehatan, salah satunya Tirta Mandira Hudhi alias Dokter Tirta.

Melalui akun media sosialnya, Dokter Tirta mengungkap sosok dokter yang kerap membuat cuitan kontroversial itu tidak terdaftar di Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI). Padahal semua dokter di Indonesia harus terikat dan mendaftarkan diri dalam IDI.

"Saya sudah meminta izin PB IDI pusat untuk menyampaikan beberapa hal. Ibu Lois bukan dokter aktif yang terdaftar di IDI, sedankan semua dokter harus terdaftar di IDI," ungkap dr. Tirta.

Selain itu diketahui surat tanda registrasi (STR) Lois Ouwen sudah tidak aktif sejak 2017. Fyi, STR adalah bukti tertulis yang diberikan pemerintah kepada tenaga kesehatan yang telah diregistrasi. Surat ini merupakan bukti bahwa seorang tenaga kesehatan kompeten di bidangnya.

"STR (surat tanda registrasi) beliau tidak aktif sejak 2017".

Tirta juga mempertanyakan dasar pernyataan Lois, sebab dia tidak pernah menangani pasien COVID-19, baik secara relawan maupun praktik.

Karena itu, dia meminta Dokter Lois membuktikan pernyataanya secara ilmiah di hadapan para ahli di PB IDI dan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK).

"Jadi harap yang bersangkutan bisa datang dan mempertanggungjawabkan pendapatnya di publik," ujar Tirta. 

Jika tidak bisa dibuktikan secara ilmiah, Lois akan dianggap menyebarkan hoaks dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait