beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URguide

Hubungan Toxic dengan Ibu? Ini Langkah yang Perlu Diambil

Kintan Lestari,
12 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Hubungan Toxic dengan Ibu? Ini Langkah yang Perlu Diambil
Image: Ilustrasi anak anggap ibunya toxic. (Freepik/rawpixel.com)

Jakarta - Orang yang toxic tentu membuat kita kesusahan, baik itu fisik maupun emosional. Dan si orang toxic ini bisa ada di mana saja, termasuk dalam lingkungan keluarga.

Orang itu bisa saja saudara kita, sampai anggota keluarga inti kita. Contohnya seperti yang dialami salah satu Urbanreaders.

Dalam program cURhat, kolaborasi Psikolog Intan Erlita bersama Urbanasia, seorang Urbanreaders menanyakan apa yang harus dilakukan bila orang yang toxic adalah Ibu sendiri.

"Aku punya toxic circle tapi di keluarga yaitu ibuku," curhat Urbanreaders tersebut.

Menurut Intan Erlita, kasus seperti ini dari pihak ibu dan anak harus segera dibicarakan.

"Ini agak menarik case-nya karena bisa jadi toksiknya ini bukan berasal dari ibu semata sih. Bisa jadi ini ada hubungannya dengan hubungan kalian sebagai seorang ibu dan anak. Nah, ini harus diomongin karena biar gimanapun juga nggak boleh namanya anak menganggap ibu adalah toxic," kata Intan, Jumat (28/5/2021).

Akan tetapi tentu ada rasa berat menyampaikan isi hati pada ibu, terlebih kita tengah menganggap orang yang melahirkan kita itu sebagai orang yang toxic.

Intan menyampaikan ada tiga langkah yang bisa dilakukan untuk memperbaiki hubungan toxic ibu dan anak.

"Pertama kamu harus ngobrol sama ibu kamu dari hati ke hati. Ngobrolnya bukan untuk menyalahkan ibu kamu ya atau seolah-olah membenarkan apa yang kamu katakan, tetapi mencari jalan tengah," pungkas Intan.

1613567199-orang-tua-katemangostar.jpgSumber: Ilustrasi anak dan orang tua (Freepik/katemangostar)

"Yang kedua setoksik-toksiknya ibu pasti ibu menginginkan yang terbaik dari anaknya. Jadi ibaratnya nih, sekeras apapun hati ibu akan bisa lembut kalau kita sebagai anak juga bisa lembut. Yang ketiga kalau dirasa mentok ngomong sama ibu nggak bisa secara langsung, kamu bisa minta tolong orang yang dekat dengan ibu dan juga dekat dengan kamu," tambahnya lagi.

Menurutnya, dengan mengikutsertakan pihak ketiga, komunikasi antara ibu dan anak yang tengah bermasalah itu jadi seimbang.

Sebagai penutup, Intan mengingatkan agar tidak lagi menganggap ibu sendiri toxic. Dan bila muncul kasus seperti ini, ia menyarankan untuk segera di selesaikan.

"Sekali lagi ya, toxic aja udah nggak bagus nih dalam hubungan, apalagi kalau toksiknya sama ibu. Jadi harus diselesaikan. Dan jangan pernah lagi bilang kalau toxic kamu adalah ibu, justru kamu dan ibu itu harusnya menjadi satu hubungan yang harmonis dan saling menguntungkan. Itu yang terbaik," tutupnya. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait