Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Hujan Es dan Angin Kencang Terjang Malang, Begini Penjelasan BMKG

Shelly Lisdya,
26 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Hujan Es dan Angin Kencang Terjang Malang, Begini Penjelasan BMKG
Image: Tangkapan layar hujan es yang terjadi di Malang. (YouTube/Manuhara Widyapana)

Malang - Hujan es melanda Malang, Jawa Timur sekitar pukul 13.00 WIB setelah sebelumnya kawasan Malang terjadi hujan disertai angin kencang pada Kamis (23/12/2021).

Bahkan, video amatir seorang warga yang memperlihatkan dirinya tengah berteduh dan mengambil es dari hujan tersebut beredar di media sosial. Hujan es itu salah satunya melanda kawasan Sawojajar. 

Menanggapi fenomena itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Malang menjelaskan, jika fenomena itu juga dikenal dengan nama hail.

BMKG menyebut, bahwa hujan es di Malang disebabkan munculnya awan Cumulonimbus (Cb) yang terbentuk akibat pemanasan dan cuaca terik pada siang hari.

"Hujan es atau hail disebabkan adanya awan Cumulonimbus (Cb) yang terbentuk akibat pemanasan terik pada siang hari," kata Kepala Stasiun BMKG Malang, Anung Suprayitno, Kamis (23/12/2021).

Kemudian awan Cumulonimbus yang sudah pada tahap matang akan mengalami pendinginan atau kondensasi ekstrem, sehingga berpotensi untuk turun dalam keadaan masih berbentuk partikel es. Hujan es hanya berasal dari awan Cumulonimbus, namun tidak setiap awalan Cb menimbulkan hujan es.

"Hujan es hanya berasal dari awan Cb, tetapi tidak setiap awan Cb menimbulkan hujan es atau hail," lainnua.

Selain itu, fenomena hujan es bersifat sangat lokal dalam radius lima hingga sepuluh kilometer. Dan fenomena ini umumnya berlangsung dalam waktu singkat, dengan kemungkinan yang kecil untuk terjadi di lokasi yang sama.

"Terjadinya cuaca ekstrem adalah hal yang lumrah pada masa pergantian musim hingga musim hujan," ungkapnya.

Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada pada cuaca ekstrem yang mungkin terjadi beserta dampak yang ditimbulkannya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait