menu
user
URstyle

Ini Alasan Eating Disorder Merupakan Gangguan Mental

Kintan Lestari,
14 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Ini Alasan Eating Disorder Merupakan Gangguan Mental
Image: Ilustrasi eating disorder. (Freepik/mayakruchankova)

Jakarta - Urbanreaders, apa yang ada dalam benak kamu begitu mendengar eating disorder

Kebanyakan pasti akan langsung berpikiran itu adalah gangguan makan, seperti  sering memuntahkan kembali makanan yang dimakannya.

Yap, itu benar. Namun, banyak yang berpikiran kalau itu hanya sekadar gangguan makan karena masalah fisik. Padahal tidak sesimpel itu.

Eating disorder nyatanya merupakan salah satu gangguan mental. Kok bisa? Itu karena eating disorder merupakan gangguan psikosomatis. Apa itu?

Urbanasia pun bertanya pada ahlinya, psikolog Intan Erlita, mengenai gangguan psikosomatis.

"Psikosomatis adalah kondisi fisik yang menjadi lemah atau sakit karena pikiran kita yang overthinking. Apapun overthinking-nya, bisa cemas karena pertemanan, karena hubungan, banyak hal," ujarnya saat dihubungi Urbanasia. 

"Nah kenapa kenanya bisa ke eating disorder tergantung overthinking-nya apa. Mungkin dia di bully-nya dibilang gendut terus atau apa kan kita nggak tahu, ya. Akhirnya menyebabkan dia menahan. Jadi tubuh kita ini dikontrol oleh pikiran," lanjutnya lagi. 

Karena pengaruh pikiran besar, psikolog yang akrab disapa Intan ini pun menekankan agar kita harus hati-hati dengan apa yang kita pikirkan.

"Otak kita memerintahkan ke organ tubuh kita untuk melakukan apa yang otak minta. Misalnya saya nggak mau makan, kalau saya makan saya pasti akan muntahin. Kita mensugesti diri itu, maka itu pasti akan terjadi. Nah inilah kenapa ini (eating disorder) jatuhnya ke mental illness karena dia memprogram yang salah ke dalam tubuhnya," jelasnya lagi. 

Dan dipaparkan Intan, eating disorder dalam beberapa kasus bisa sangat membahayakan jiwa.

"Penderita eating disorder itu tuh makan hanya ingin membuat orang lain happy, bukan buat kebutuhan dia. Setelah itu dia muntahin. Lama-lama karena perutnya diperintah untuk menolak, makanan masuk sedikit aja dia udah ngeluarin sendiri. Ini bahayanya," terangnya. 

"Sampai di satu titik orang ini nggak bisa ngontrol dirinya, padahal dia laper, dia mau makan, tapi tubuhnya sudah nggak bisa menerima makanan bahkan pikirannya pun sudah nggak bisa dia kontrol. Jadi itu kenapa eating disorder lebih ke fisik tapi jatuhnya psikis karena penyebabnya psikis duluan, maka timbullah psikosomatis," tutup Intan. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait