menu
user
URnews

Jangan Khawatir, Satgas Tegaskan Vaksin Masih Efektif Lawan B117

Eronika Dwi,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Jangan Khawatir, Satgas Tegaskan Vaksin Masih Efektif Lawan B117
Image: Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito. (Foto: YouTube BNPB Indonesia)

Jakarta - Pemerintah memastikan vaksin COVID-19 yang saat ini digunakan di Indonesia masih efektif dalam melawan mutasi corona asal Inggris, B117.

Dikatakan Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, munculnya mutasi atau varian baru adalah hal lazim yang ditemui, utamanya di masa pandemi seperti saat ini.

"Pada prinsipnya varian dapat bisa terus bertambah seiring berjalannya waktu, khususnya saat pandemi masih berlangsung karena banyaknya jumlah penularan yang terjadi di masyarakat," ujar Wiku dalam siaran pers 'Perkembangan Penanganan COVID-19 di Indonesia per 4 Maret 2021', Kamis (4/3/2021).

Wiku menyebut, seiring dengan potensi virus ini bermutasi, maka peneliti pun terus melakukan penelitian lebih lanjut mengenai apa saja mutasi dan varian yang muncul. 

Hal itu agar masyarakat dapat mengerti apa saja implikasi dari varian tersebut, dan tentunya solusi.

Sebagai upaya untuk mencegah penularan virus corona, Wiku meminta masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan.

"Kami meminta masyarakat tidak perlu khawatir terkait dampak masuknya varian B117 terhadap efikasi vaksin, namun demikian kami meminta kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan sebagai langkah pencegahan penularan COVID-19," tutur Wiku.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, varian baru corona B117 asal Inggris diumumkan terdeteksi di Indonesia pada 2 Maret 2021.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menemukan dua kasus mutasi corona B117 dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang baru saja pulang dari Saudi Arabia pada akhir Januari lalu.

Kasus pertama M, warga Kecamatan Lemah Abang, mendarat di Bandara Soetta pada 28 Januari 2021. Kemudian kasus kedua A, warga asal Kecamatan Pedes, tiba di di Bandara Soetta pada 31 Januari 2021.

Varian baru virus ini diperkirakan muncul pertama kali di London, Inggris, pada September 2020.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait