menu
user
URstyle

Virus B117 Ditemukan di Karawang, WHO: Lebih Cepat Menyebar 70%

Griska Laras,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Virus B117 Ditemukan di Karawang, WHO: Lebih Cepat Menyebar 70%
Image: Ilustrasi Virus Mutasi Corona. (Foto: Pixabay/Inactive_account_ID_249)

Jakarta - Pandemi COVID-19 sudah berlangsung selama satu tahun di Indonesia. Kondisi itu diperparah dengan kemunculan virus corona jenis baru, B117.  

Kemenkes menemukan dua kasus virus B117 di Karawang. Varian corona asal Inggris itu berasal dari 2 TKI Indonesia yang pulang dari Saudi Arabia akhir Januari lalu.

Kedua TKI itu merupakan warga Kecamatan Lemahabang dan Pedes. Mereka diketahui positif COVID-19 setelah menjalani tes swab di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).  

Ternyata dari uji seluruh sekuensing genom yang diketahui mereka telah terpapar corona baru asal Inggris.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Kabupaten Karawang, dr. Fitra Hergyana mengungkapkan bahwa hasil tes swab kedua pekerja migran tersebut sudah negatif.

"Hasil tes Swab mereka negatif dan sudah diizinkan pulang ke Karawang. Jadi keduanya pulang ke Karawang dengan hasil negatif," ungkap Fitra seperti dikutip dari Instagram @diskominfokrwkab.

"Setelah menerima kabar temuan kasus COVID-19 B117 di wilayah Karawang. Tim Dinkes Karawang, Dinkes Jabar dan Kemenkes sudah bergerak cepat meneliti dan mencari informasi terkait virus baru tersebut dengan melakukan penelusuran dan pengujian kepada keluarga yang terkait," lanjutnya.

Seperti dilansir WHO, tingkat penularan virus B117 lebih cepat menyebar 40-70 persen. Di Inggris sendiri, sebagian besar kasus COVID-19 jenis ini ditemukan pada orang-orang di bawah 60 tahun.

Masih belum diketahui apakah virus B117 memiliki sifat biologis yang berbeda dengan COVID-19. Belum ada informasi terkait gejala atau keparahan infeksi yang disebabkan varian ini.

Otoritas kesehatan Inggris saat ini masih melakukan penyelidikan epidemologi dan virologi untuk mengetahui lebih lanjut tentang virus tersebut.

Meski demikian, tingkat penularan virus B117 yang tinggi sudah menjadi risiko dan ancaman tersendiri. Dengan tingkat penularan yang tinggi, akan lebih banyak orang terpapar. Tentunya hal itu menambah beban sistem pelayanan kesehatan.  

Dan jika tidak dapat diatasi dengan baik akan memperbanyak angka kematian.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait