Malang - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut jika tahun 2020 merupakan tahun dengan ujian terberat. Ini karena perekonomian Indonesia hingga dunia mengalami krisis yang disebabkan pandemi COVID-19.  

Meninggalkan tahun yang penuh ujian, di tahun 2021 ini, pria yang akrab disapa Jokowi ini meyakinkan bahwa perekonomian Indonesia perlahan mulai bangkit.

Di awal tahun 2021 ini, Jokowi mengatakan, Indonesia telah dibuka dengan capaian investasi yang lebih tinggi. Ia juga menyebut hal ini sebagai parameter pemulihan ekonomi di tahun ini. 

"Di awal tahun ini, perekonomian sudah mulai sedikit bangkit dan akan terus bangkit lebih baik, ditandai dengan semakin banyaknya investasi," ujarnya ketika membuka Rapat Terbuka Dies Natalis ke-58 Universitas Brawijaya (UB), Selasa (5/1/2021). 

Dikatakannya, dengan semakin banyaknya investasi dapat memberikan efek, yakni semakin banyak lapangan kerja. 

Tak hanya itu, investasi juga menyumbang porsi pertumbuhan ekonomi yang banyak. Dengan tingginya minat investasi di Indonesia, hal ini membuktikan bahwa Indonesia semakin kompetitif di pasar dunia.

Sekadar diketahui, ada sejumlah negara yang sudah menyatakan untuk masuk sebagai investor, yakni antara lain Amerika Serikat (AS), Jepang, Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, dan Kanada. 

"Dengan ini, saya meminta kepada sivitas akademika UB untuk terus menciptakan SDM unggul yang akan siap terjun ke industri, dan siap memberi perubahan yang sesuai dengan tagline Indonesia Maju," tandasnya.

Komentar
paper plane