Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URtainment

Jual Salinan 'Squid Game', Warga Korut Ditembak Mati

Griska Laras,
sekitar 2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Jual Salinan 'Squid Game', Warga Korut Ditembak Mati
Image: Squid Game. (Dok. Netflix)

Jakarta - Series hits Netflix 'Squid Game' tampaknya telah memakan korban jiwa di dunia nyata. Seorang pria Korea Utara (Korut) dijatuhi hukuman mati karena menyelundupkan dan menjual salinan series yang dibintangi Lee Jung Jae itu.

Pria yang tidak diketahui identitasnya itu membawa flashdisk berisi salinan 'Squid Game' dari Cina lewat jalur laut. 'Barang terlarang' itu lolos dari pemeriksaan petugas pelabuhan.

Keberadaan flashdisk 'Squid Game' itu akhirnya terbongkar setelah sekelompok siswa sekolah menengah ketahuan menonton series tersebut.  

Kejadian bermula saat seorang siswa sekolah menengah menonton 'Squid Game' melalui flash drive di ruang kelas bersama salah satu temannya.

"Teman itu memberi tahu lima siswa lain dan membagikan flash drive 'Squid Game' kepada mereka. Para pelajar ini ditangkap oleh petugas di 109 Sanmu," kata seorang sumber seperti dilansir New York Post.

Siswa yang membeli flash drive itu dihukum seumur hidup, sedangkan enam lainnya dijatuhi hukuman lima tahun kerja paksa.  Guru dan administrator yang bekerja di sekolah pun ikut kena imbasnya. Mereka dipecat dan dihukum kerja paksa di tambang terpencil.

Setelah para pelajar ditangkap, petugas menginspeksi pasar dan mulai mencari pedagang yang menyelundupkan perangkat penyimpanan memori dan konten media asing lain.

"Penduduk semua gemetar ketakutan karena mereka akan dihukum tanpa ampun karena membeli atau menjual perangkat penyimpanan memori".

'Squid Game' berhasil masuk ke Korea Utara meski otoritas setempat sudah menerapkan kebijakan ketat soal konten-konten media asing. Popularitas series ini sampai ke Korea Utara, terutama orang kaya di ibu kota.

Mereka menyebut cerita film ini mirip dengan kehidupan pejabat Pyongyang yang bertaruh di pasar mata uang asing, seolah-olah itu pertarungan hidup dan mati.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait